» » Destinasi Purwakarta Kini Bertambah Dengan Hadirnya Hotel Gantung di Tebing Parang


PURWAKARTA. Dibawah kepemimpinan Dedi Mulyadi Kabupaten Purwakarta, selain memiliki Air mancur terbesar se Asia tenggara, juga punya destinasi baru yang bikin takjub yaitu Hotel tertinggi di dunia, adalah skylogde atau hotel gantung Padjadjaran Anyar yang berada di Tebing Gunung Parang, Kampung Cisaga Desa Sukamulya Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta.

Diketahui, Hotel gantung ini memiliki ketinggian 400-900 meter. Hotel ini diberi nama Padjadjaran Anyar itu mulai digagas sejak akhir tahun 2014. Digagas oleh masyarakat penggiat panjat tebing sekaligus operator via ferrata, Badega Gunung Parang, dan Pemerintah daerah.

Saat ini, Hotel gantung itu baru tersedia satu kamar, yang berukuran 2,5 x 6 meter persegi dengan tinggi sekitar 2,4 meter berbentuk kapsul segi lima. Hebatnya, untuk Fasilitas hotel gantung ini ternyata tak kalah dengan hotel bintang lima. Sebab, para pengunjung dapat dimanjakan dengan sejumlah fasilitas seperti penerangan, AC, washtafel hingga toilet kering.

Salah satu pelaku penggagas Skylogde Padjadjaran Anyar sekaligus operator via ferrata, Badega Gunung Parang Dhani Daelami (45) mengatakan, baru ada dua pengunjung yang telah menginap di hotel gantung ini sejak di buka pada 28. Oktober 2017 lalu.

"Untuk biaya penginapan sekitar 3 sampai 4 juta Rupiah permalam dengan fasilitas layaknya hotel pada umumnya,'' kata Dhani. Minggu (17/12).

Dijelaskannya, hotel gantung ini sangat aman, sebab ‎kapsul seberat 1 ton itu diikat oleh 20 bentangan tali besi yang menancap ke tebing. Satu tali besi mampu menahan beban 2 ton dan jika 20 tali, maka mampu menahan beban hingga 20 ton dengan pengerjaan sekitar satu bulan setengah.

"Ruangan kamar tidur mampu menampung tiga hingga empat orang,'' tutur Dhani.

Lebih jauh ia menambahkan, pengunjung hotel dapat menikmati pemandangan alam sekitar Gunung Parang, termasuk bendungan Ir H. Juanda atau Danau Jatiluhur, karena dinding ruangannya menggunakan kaca policarbonate sejenis kaca setebal 5 milimeter yang sangat polos sehingga terlihat pemandangan di sekitar hotel.

Sementara, lanjut dia, untuk wisatawan yang takut akan ketinggian, pihak pengelola menyediakan alternatif lain yakni penginapan lain melodel rumah adat dengan fasilitas tak kalah dengan hotel gantung.

"Kita sediakan juga Saung untuk pengunjung dibawah, untuk tarif sekitar 500 ribu permalam pelayananya pun juga sama,'' kata Dani.

Sementara, baru ada dua jalur yang bisa digunakan bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke gunung Parang Kecamatan Tegalwaru. Yaitu bisa melalui jalan Cilalawi Sukatani, Atau bisa lewat Pasar Plered. Sementara untuk perjalanan dibutuhkan sekitar dua jam dari Pusat Kota Purwakarta. (DeR)


«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: