» » Dihentikannya Pencarian Korban Perahu Tenggelam di Danau Cirata Sudah Sesuai SOP


PURWAKARTA. Sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP), dimana setelah 7 hari dari peristiwa tenggelamnya perahu di Waduk Cirata, Basarnas dan tim, pencarian korban dihentikan.

Selain tim Basarnas Provinsi Jawa Barat, Polres Purwakarta, Kodim 0619/Purwakarta, Dinas Damkar dan Penanggulangan Bencana Purwakarta serta masyarakat, Polda Jabar menurunkan Posko Antem Mortem dalam menangani peristiwa tenggelamnya perahu yang mengakut warga Kecamatan Maniis di waduk Cirata Purwakarta, pekan lalu.

Kaur Disaster Victim Identification (DVI) Subid Dokpol Bid Dokes Polda Jabar drg Puspa Yuwi mengatakan, Posko Antem Mortem telah memeriksa keluarga 6 orang korban tenggelam yang belum ditemukan. Mereka telah diambil sample Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) untuk memudahkan identifikasi antara jenazah dan keluarga.

"Kita membuat posko Antem Mortem yaitu tempat pengaduan orang hilang. Kami juga sudah memanggil keluarga orang yang hilang tersebut, termasuk mengambil sample DNA nya," ujar Puspa, Rabu (27/12) kemarin.

Menurut Puspa ada dua Identifikasi dalam DVI yaitu primer dan skunder. Untuk kasus 6 orang warga yang tenggelam sudah mengarah ke metode primer yaitu mengambil sample DNA, gigi geligi atau sidik jari. Sedangkan untuk sekunder bisa dari tanda lahir, atau properti yang digunakan korban sebelum meninggal.

"Nanti jenazah dibawa ke pos Mortem untuk dicocokan dengan data yang sudah diambil di Amtem Mortem," tegas Puspa.

Sementara itu, diakui Puspa kehadiran Posko Antem Mortem untuk mendukung tugas dari personil yang tengah melakukan pencarian korban, dengan memberikan layanan kesehatan. Namun jika ada masyarakat yang menginginkan layanan kesehatan akan dilayani selama persediaan obat masih ada.

"Yang paling utama masyarakat setempat mendukung tugas personil yang tengah mencari korban, tapi bagi masyarakat yang akan berobat, kami persilahkan," pungkasnya. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: