» » Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan Tabur Benih di Waduk Jatiluhur


PURWAKARTA. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan Lc mengatakan, perairan yang kaya dengan perikanan alami akan menjernihkan waduk secara alami pula.

"Sehingga kualitas air menjadi lebih baik dan menyehatkan masyarakat baik untuk irigasi mau pun air minum," ujarnya dalam acara Tebar Benih Ikan dalam Rangka Program Waduk Jatiluhur Jernih yang digelar di perairan Waduk Jatiluhur, Jumat (29/12).

Program Waduk Jatiluhur Jernih adalah kegiatan pengusahaan dan pengembangan budidaya ikan tangkap darat (Cultured Base Fisheries - CBF) dengan memberdayakan kelompok masyarakat perikanan di sekitar waduk. Program tersebut merupakan upaya agar Waduk Jatiluhur mengalami penjernihan secara alami sehingga dapat meningkatkan kualitas air.

Program tersebut dalam rangka mendukung upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat mewujudkan kembali Sungai Citarum yang Bersih, Indah, Lestari (Bestari) dan Harum, sehingga masyarakat dapat menikmati air yang bersih dan sehat serta menjamin keberlangsungan hidup manusia.

Gubernur yang akrab dipanggil Kang Aher ini juga menyampaikan program Citarum Bestari, Citarum Harum akan menjangkau Sungai dan Anak Sungai Citarum, dari hulu sampai hilir. Ditegaskannya, rekomendasi untuk 3 waduk yaitu Saguling, Cirata, dan Jatiluhur, pada 2018 harus Zero Keramba Jaring Apung dan menyarankan budidaya perikanan alami.

"Kita serahkan perairan kepada masyarakat. Tebarlah ikan sebanyak-banyaknya, siapa pun masyarakat boleh dan bisa memanfaatkan mengambil ikan tanpa kendala apa pun. Air menjadi lebih bersih dan sehat dan nilai ekonomi perairan tersebut dapat dinikmati semua masyarakat," kata Kang Aher.

Sementara itu, Direktur Utama PJT II Djoko Saputro menyebutkan, penebaran 2,3 juta ikan dari Pemprov Jabar menjadi langkah awal dan berkelanjutan untuk pembudidayaan perikanan darat dan pemberdayaan masyarakat.

"Karena itu pula masyarakat harus ikut terlibat dalam menjaga keberlangsungan Waduk Jatiluhur dan memberikan manfaat yang lebih baik bagi kehidupan," kata Djoko.

Keberadaan Waduk Jatiluhur, sambungnya, tidak dapat dipisahkan dengan program penataan Sungai Citarum karena waduk merupakan pembersih sungai. "Jika sungai kotor maka pengotoran tersebut dapat dinormalisasi melalui waduk," ucapnya.

Selain Gubernur Jawa Barat dan Direktur Utama PJT II, turut hadir dalam acara tersebut Direktur Pengelolaan Air PJT II, Kepala Dinas SDA Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat, Wakil Bupati beserta jajaran Muspida Kabupaten Purwakarta dan Muspika Jatiluhur. (DeR)


«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: