» » » Hanya Empat Siswa Tuna Rungu Yang Mengikuti UNBK Tingkat SMPLB di Purwakarta


PURWAKARTA. Ujian Nasional Berbasis Kertas (UNBK) untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), hanya diikuti 4 orang siswa penyandang tuna rungu di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kabupaten Purwakarta.

"Hanya 4 peserta yang mengikuti UNBK dari siswa penyandang Tuna Rungu. Sedangkan 22 siswa SMPLB lainnya, penyandang tuna netra, grahita dan autis, menjadi peserta Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN)," ujar Kepala Sekolah (Kepsek) SLB Negeri Purwakarta Gun Gun Guntara, Rabu (25/4).

Lanjut Kepsek, untuk 22 siswa SMPLB penyandang tuna netra, tuna grahita dan autis mengikuti USBN. "Bagi pengawas memerlukan kesabaran dalam menghadapi Siswa Berkebutuhan Khusus (SBK)," jelasnya.

Berbeda dengan peserta USBN penyandang Tuna netra dan Autis. "Khusus bagi peserta tuna netra harus dibacakan soal ujiannya. Namun, lain halnya dengan penyandang autis, pengawas harus bisa mengendalikan hiper aktif, sehingga bisa diarahkan untuk mengikuti ujian," kata Gun Gun.

Sementara, untuk UNBK di SLB Negeri Purwakarta, akan berlangsung 4 hari, dengan mata pelajaran yang di ujikan, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA. "Saya yakin hasil siswa Ujian siswa kami dapat membuat bangga orangtua dan sekolah," harap Gun Gun Guntara. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: