» » Lanud Suryadarma Amankan Aset TNI AU, Pengosongan Lahan Berjalan Kondusif


PURWAKARTA. Jajaran TNI AU Lanud Suryadarma melaksanakan pengosongan lahan milik TNI AU yang berlokasi di Kampung Karajan, Desa Cikopo,  Kecamatan Bungursari,  Kabupaten Purwakarta, untuk dijadikan tempat latihan militer, termasuk pembuatan heli pad, Senin (23/4).

Ketua Tim Aset Lanud Suryadarma Kolonel Tek Budhi Arifa Chaniago mengungkapkan, proses pengosongan lahan milik TNI AU tersebut sudah sesuai dengan prosedur surat tertanggal pengosongan. Sebelumnya, kata Budhi, juga sudah ada tembusan baik ke komando atas mau pun jajaran terkait lainnya seperti Pemkab Purwakarta,  Polres Purwakarta, dan Kodim 0619/Purwakarta.

Dijelaskannya, yang menjadi dasar TNI AU Lanud Suryadarma terkait pengosongan lahan seluas 17,9 hektare tersebut di antaranya,  Keputusan Kepala Staf Angkatan Perang Nomor 023/P/KSAP/50 Tanggal 25 Mei 1950, Sertifikat Hak Pakai Nomor 12 Tahun 1983, Inventaris Kekayaan Negara Nomor IKN 50508013. Termasuk perintah lisan Pangkoopsau I kepada Danlanud Suryadarma pada Hari Senin Tanggal 16 April 2018 untuk segera mengosongkan lahan di Desa Cikopo dari para pemukim.

"Ada pula Surat Danlanud Suryadarma Nomor B/281/2018 Tanggal 19 April 2018 tentang rencana pengosongan lahan aset tanah TNI AU di Cikopo.  Dan dipertegas dengan hasil notulen acara pertemuan pembahasan aset tanah TNI AU Cikopo Tanggal 22 Maret 2018," ujarnya.

Lebih lanjut, Budhi menyebutkan, pihak TNI AU sudah melakukan beberapa kali mediasi dan sosialisasi terhadap 7 Kepala Keluarga (KK) yang menempati rumah di atas lahan milik TNI AU tersebut. "Jadi jika kita analisa mereka sudah mapan, dan bermaksud ingin menguasai tanah negara," katanya.

Bahkan, untuk menghilangkan status tanah kepemilikan TNI AU, sambungnya, mereka melakukan pencabutan plang tanda pembatas milik TNI AU. "Terkait hal tersebut sejumlah orang yang diduga sengaja melakukan perusakan dan memanfaatkan kondisi tersebut akan diproses secara hukum yang berlaku," ujarnya.

Dari pantauan sjonews.com, proses pengosongan lahan tersebut berjalan relatif kondusif. Sempat ada penolakan dan teriakan protes para pemukim terhadap usaha pengosongan lahan yang dilakukan jajaran TNI AU tersebut, namun akhirnya mereka tampak pasrah saat personel TNI AU melakukan pengosongan. Hingga proses perataan bangunan dengan menggunakan back hoe dilakukan, suasana tetap kondusif.

Ditemui terpisah, perwakilan pemukim M Edwin Emilza (41), mengatakan akan membawa kasus ini ke pengadilan. "Kami terus berkoordinasi dengan lawyer kami dan akan membawa ini ke pengadilan. Kami juga kecewa tidak ada kompensasi hanya disediakan mobil pengangkut dan penginapan sementara," katanya. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: