» » Omzet Makanan Khas Purwakarta 'Simping' Melonjak 100%


PURWAKARTA. Di bulan suci ramadhan, makanan khas Kabupaten Purwakarta 'Simping' mengalami kenaikan omzet sebesar 100%.

Di Purwakarta, produsen sekaligus penjual simping sangat mudah dijumpai di daerah Kaum, Jalan Baing Marzuki, Kelurahan Cipaisan, Kabupaten Kecamatan/Kabupaten Purwakarta.

Salah satunya adalah Ibu Yoyo Edy Al Ansori (70), di bulan Ramadhan seperti sekarang ini mengaku mengalami kenaikan omzet sebesar 100%. "Saat sekarang ini omzet naik 100%," katanya, Selasa (22/5).

lanjut Yoyo, dalam sehari, pada bulan Ramadan, mampu menjual 200 bungkus simping ukuran sedang seharga Rp 8.500.

"Kalau sehari sekitar 200 bungkus, untuk dus yang biasa dibeli sebagai oleh-oleh bisa sampai 50 dus. Sementara itu simping yang dijual di kaleng blek, bisa laku delapan blek," katanya.

Akibat lonjakan omzet dan permintaan simping, ia harus mempekerjaan lima orang karyawan yang bertugas membuat adonan dan menyetak simping.

"Karena permintaan naik, kami memperkerjakan karyawan sebanyak lima orang dari yang biasanya hanya dua orang karyawan," ucapnya.

Yoyo menambahkan, dari 12 aneka rasa simping yang dijual, paling laris adalah simping dengan rasa asin seperti simping rasa keju, bawang dan kencur.

"Biasa simping tersebut tidak hanya dipasarkan di Purwakarta saja tapi sampai ke Bandung, Bogor, Cianjur dan sejumlah daerah di Jawa Barat lainnya.

Di sisi lain, meski adanya kenaikan omzet hingga 100%, toko simping miliknya tak seramai dahulu ketika belum ada jalan tol Cipularang.

"Ibu sudah berjualan sejak 1964, sebelum ada jalan tol. Waktu belum ada tol, banyak orang dari luar Purwakarta sengaja datang langsung ke toko saya. Sekarang dengan adanya tol, kebanyakan membeli oleh-oleh simping di rest area," ungkapnya.

Sementara itu, berkat kegigihan dan keoptimisan Yoyo, simping buatanya akan terus di beli masyarakat.

"Ya harapannya simping ibu, selalu bisa dinikmati konsumen. Selalu dibeli orang," harapnya. (DeR)


«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: