» » » Harga Telur di Purwakarta Melonjak Hingga 28 Ribu


PURWAKARTA. Harga telur di Kabupaten Purwakarta mengalami kenaikan hingga 28 Ribu dari harga reguler sebelumnya dikisaran 20 ribu rupiah. Diduga akibat naiknya harga pakan ayam, stok Telur sedikit dibanding permintaan konsumen dan Naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM).

Salah satu pedagang telur, Gugun (32) mengaku, bahwa, naiknya harga telur diakibatkan jumlah stok telur yang sedikit dibandingkan permintaan konsumen.

Namun, alasan berbeda disampaikan salah satu produsen telur ayam bernama Lili Abdulah (36), warga Babakancikao, Purwakarta, bahwa naiknya harga telur ayam dipengaruhi oleh kenaikan harga pakan ayam.

"Menurut saya, naiknya harga telur akibat penyesuaian kenaikan pakan ayam yang naik dua kali lipat dari sebelum Lebaran. Biasanya sekintal Rp 540 ribu jadi naik Rp 550-560 ribu," katanya, Minggu (15/7).

Selain naiknya harga pakan, Lili juga mensinyalir naiknya harga telur dipengaruhi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). "BBM naik, jadi pendistribusian telur dari peternak ke pedagang juga otomatis ongkosnya naik kan, jadi berimbas ke harga telur," jelasnya.

Sementara itu, faktor ketiga yang menyebabkan harga telur naik adalah masa ayam petelur yang sudah tidak produktif. "Kebanyakan sekarang para produsen telur, ayamnya sudah masuk masa apkiran. Jadi harus beli ayam petelur lagi," katanya.

Di sisi lain, terkait masalah cuaca yang akhir-akhir ini dirasakan sangat panas dan kering akibat pengaruh musim kemarau, menurut Lili hal tersebut tidak mempengaruhi produksi ayam petelur. "Cuaca gak jadi masalah. Produksi telur masih bagus. Dalam sehari masih bisa produksi 35 kg per hari," ucapnya. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: