» » Dua Penerbang Senior TNI AU Jajal Pesawat Tempur Rafale di Langit Halim

                Foto : Istimewa.

BANDUNG - Dua penerbang senior TNI AU mendapat kesempatan sekaligus kehormatan menjajal kemampuan pesawat tempur paling canggih yang dimiliki Angkatan Udara Perancis, Dassault Rafale. Letkol Pnb Muchtadi Anjar “Beagle” Legowo sebagai penerbang F-16 TNI AU yang kini bertugas di Kohanudnas, dan Letkol Pnb Anton “Sioux” Pallaguna sebagai penerbang Sukhoi TNI AU yang masih menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 11, keduanya berada dalam kokpit terpisah dan menjajal semua kemampuan yang dimiliki pesawat tempur canggih yang konon sangat superior dalam latihan Pitchblack 2018 di Darwin Australia beberapa minggu sebelumnya.

Foto : Istimewa.

Dassault Rafale, merupakan pesawat tempur multi fungsi bermesin ganda dengan bentuk sayap delta yang dilengkapi canard atau sayap kecil yang sangat efektif untuk menghasilkan gaya angkat dan menambah kelincahan bermanuver. Pesawat ini dirancang dan dibuat oleh Dassault Aviation, Perancis.

             Foto : Istimewa

Dilengkapi dengan segala jenis persenjataan modern menjadikan pesawat ini mampu melaksanakan air supremacy, interdiction, aerial reconnaissance, ground support, in-depth strike, anti-ship strike, dan nuclear deterrence missions. Sehingga tidak berlebihan bila angkatan udara perancis menjadikan pesawat rafale sebagai Omnirole fighter aircraft.

Untuk membuktikan kemampuan-kemampuan tempur tersebut, Angkatan Udara Perancis memberikan kesempatan kepada Pilot TNI AU untuk menjajalnya.
Selasa siang, tanggal 21 Agustus 2018 Pukul 14.00 waktu setempat, tepatnya di terminal selatan lanud halim perdanakusumah. Dua pesawat Dassault Rafale siap mengudara, pesawat pertama dengai Flight Leader dengan registrasi 4-FO diterbangkan oleh Captain Vincent “Dingo” bersama Letkol Pnb Anton “Sioux” Pallaguna, dan pesawat kedua sebagai wingman dengan registrasi 4-FN diterbangkan oleh komandan Skadron udaranya langsung Lieutenant Colonel Moko bersama Letkol Pnb Muctadi Anjar “Beagle” Legowo.

Area latihan yang dipilih adalah area bravo yang steril dari lalu lintas penerbangan sipil dari ketinggian 0 hingga 40.000 kaki di atas permukaan laut.

Hampir selama 2 jam, kedua penerbang TNI AU diberikan kesempatan untuk menerbangkan langsung pesawat-pesawat tersebut.

Berbagai misi dilaksanakan mulai demo BVR (Beyond Visual Range) combat atau pertempuran jarak jauh/ di luar jarak pandang, Close Combat (pertempuran jarak dekat), Simultaneous multiple DPI surface Attack (serangan beberapa sasaran permukaan secara bersamaan), tactical contour flying (terbang rendah mengikuti permukaan bumi, TFR, Optronic Operation ( demo fungsi sensor optik dan elektronis) , Dynamic Targeting ( memilih dan menyerang beberapa sasaran bergerak), Aerobatic, Ground Mapping menggunakan SAR Radar, Data-link operation secara terbatas, formasi jarak dekat, hingga tactical break off pada saat mendarat.(Ttg/Dbs/Dsc)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: