» » PERINGATAN PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945 SEBAGAI REFLEKSI SEJARAH KEBANGSAAN DALAM BINGKAI NKRI

Pembelajaran Sejarah Bagi Kelangsungan Dan Menatap Masa Depan Bangsa Yang Damai

Oleh : Eko Ismadi 
(Kanjeng Eko)
         
Tahun 2018 Indonesia berusia 73 tahun. Sebuah usia yang tidak lagi dibilang muda, secara biologis sudah merupakan kehidupan yang dewasa. Namun disisi lain merupakan sebuah waktu yang diharuskan kita untuk melakukan regenerasi. Dimana bagi Indonesia ini merupakan regenerasi kedua setelah tahun 1998, namun harapan kita dimasa sekarang ini generasi 1998 justru mencapai puncak kematangan. 
         
Jika kita lihat dari sudut pandang hukum, proklamasi merupakan sebuah pernyataan yang berisi tentang keputusan Negara Indonesia untuk membuat atau menetapkan aturan hukum nasional Indonesia dan menghapus arturan hukum kolonial. Jika dilihat dari sudut pandang politik ideologis, proklamasi merupakan sebuah pernyataan negara Indonesia yang melepaskan diri dari penjajahan dan membuat atau membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka,bebas, dan berdaulat.
         
Proklamasi juga merupakan puncak dari perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai dan memperjuangkan kemerdekaan. Proklamasi juga menjadi sebuah alat hukum internasional untuk menyatakan kepada seluruh rakyat indonesia dan seluruh dunia, bahwa Indonesia dapat mengambil nasibnya ke dalam tangannya sendiri untuk memegang seluruh hak kemerdekaan. Proklamasi merupakan sebuah lampu mercusuar yang selalu menunjukkan jalannya sebuah sejarah, memberikan inspirasi, dan banyak motivasi motivasi dari perjalanan bangsa Indonesia di segala keadaan.
         
Banyak korban dari rakyat Indonesia yang telah gugur untuk merebut kemerdekaan. Keadaan demikian menimbulkan bangkitnya keinginan rakyat untuk memperjuangkan hak-hak dan ingin bebas dari kesengsaraan, penderitaan, kemiskinan, dan dari kesewenangwenangan kaum penjajah.
         
Hal tersebut dilakukan dengan kemampuan dan kekuatan yang ada untuk memerdekakan diri. Upaya-upaya tersebut menumbuhkan motivasi untuk melepaskan diri dari penjajahan dan merebut kemerdekaan. Rakyat Indonesia tetap ingin kemerdekaan. Kemerdekaan merupakan hak segala bangsa. Akhirnya, proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia dapat dicapai. Proklamasi kemerdekaan sebagai sebuah pernyataan untuk merdeka lepas dari penjajahan.
         
Proklamasi kemerdekaan menunjukkan bahwa bangsa Indonesia telah berhasil melepaskan diri dari belenggu penjajahan dan sekaligus membangun Negara Republik Indonesia. Bagaimana jika bangsa Indonesia tidak memproklamasikan kemerdekaannya? Padahal, proklamasi dijadikan sebagai alat untuk mencapai cita-cita bangsa dan tujuan negara, yaitu membentuk masyarakat adil dan makmur. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 merupakan puncak perjuangan bangsa Indonesia. Kemerdekaan yang dicapai bukan tujuan akhir, melainkan harus dilanjutkan dengan perjuangan untuk mengisi kemerdekaan.

SOEKARNO, MASALAH, DAN TANTANGAN.
Jarang orang memaknai peringatan 17 Agustus 1945 mengkorelasikan dengan tiga hal ini. Karena ada sebagian kalangan yang menyebut mengkultuskan Soekarno atau mendewakan. Namun satu hal yang harus saya akui dengan jujur bahwa berkat Soekarno dan keikhlasannyalah Indonesia merdeka, tetapi Soekarno tidak sendiri ada kekuatan Tuhan yang menyertai. Ini juga diakui oleh Soekarno dan seluruh bangsa Indonesia.
       
Soekarno. Mengulas sejarah Proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 tanpa menampilkan peranan Soekarno itu sama saja pengkhianat bangsa Indonesia dan tidak menghormati pejuang kita. Dapat kita bayangkan apa yang akan dipahami dari sejarah kalau menulis sejarah serangan umu 1 Maret 1945 tanpa menampilkan Soeharto atau menulis sejarah Pengkhianatan 30 S/PKI tanpa menampilkan peristiwa penculikan dan keterlibatan PKI. Sama artinya kita membuat bodoh generasi muda yang menjadi tulang punggung negara.  

Dalam peristiwa ini Soekarno menjadi Tokoh Utama Pemersatu dan Simbol Kekuatan perjuangan. Mengapa ? Karena keberadaan dan peranan Soekarno sangat lengkap dalam peristiwa ini yaitu biasa mengajak, mengatur, mengerahkan, dan mengendalikan, yang terlibih pentingnya adalah mampu juga meyakinkan, semua elelmen bangsa yang diharapkan dalam perjuangan.
         
Masalah. Sebagaimana yang dapat diartikan dalam kata proklamasi,”Pro Dan Klam,” yang berasal dari bahasa Inggris,”Pro and Clam” yang berarti setuju terhadap pernyataan bahwa dirinya memiliki hak dan dapat merdeka. Karena dilakukan oleh banyak orang dan bersama maka diberi kata imbuhan dalam bahasa indonesia menjadi aklamasi, maka dapat diartikan secara bebas Proklamasi adalah Pernyataan secara aklamasi kebangsaan Indonesia untuk meyakini kemerdekaannya.          Masalah yang timbul adalah persepsi yang kemudian berkembang karena proklamasi dalam pemikiran abstraknya adalah hanya merupakan homologeo dari Pribadi Soekarno yang disuport oleh pemuda dan tokoh nasional pada masa itu. Artinya kemerdekaan itu belum ada baru dinyatakan belum terwujud, baru hanya harapakan, oleh sebab itu banyak yang menyangsikan akan kesuksesan Perjuangan.
     
Tantangan. Yang berikutnya tidak kalah peliknya perbedaan ideologi dimana Soekarno harus merayu seperti kepada pacar terhadap Bung Hatta akar bersedia mendapinginya dalam Proklamasi saat itu Bung Hatta adalah seorang Sosialis. Demikian juga mereka yang berideologi komunis tidak hanya menentang proklamasi tetapi bahkan ingin merusak dan membinasakan Proklamasi, karena pada perjuangan mempertahan kemerdekaan Justru mereka menusuk dari belakang. Wadanya pembagian jatah jabatan dan   

MAYORITAS DAN MINORITAS SIMBOL PROKLAMASI.     
Proklamasi membangun peradaban baru dari bangsa yang digolongkan pribumi pada masa penjajahan Belanda menjadi bangsa yang mengakui persamaan harkat, derajat, dan martabat manusia yang sama. Setelah proklamasi, bangsa Indonesia menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Peradaban yang terbangun adalah peradaban Indonesia bukan meniru bangsa lain atau karena dipengaruhi oleh bangsa lain. Namun demikian justru memperkokoh apa yang pernah terjadi di masa penjajahan dan merupakan enyempurnaan dari yang sudah ada.
       
Penyusunan Ideologi Dan Penetapan Pancasila. Bagian dari kegiatan Proklamasi adalah penyusunan dan penetapan Ideologi negara. Dimana dalam penyusunan dan perencanaan memerlukan waktu yang cukup panjang dan diskusi yang memerlukan energi untuk mencapai kata sepakat. Dalam catatan sejarah menyebutkan adanya dominasi dari mayoritas bangsa indonesia dan adanya peranan minoritas. Dengan adanya kerjasama dan saling pengertian maka kesepakatan dapat dicapai. Ini juga harus dipelajari dan idpahami untuk membangun Indonesia dimasa depan. 
         
Kekuatan Perjuangan. Mayoritas kebangsaan sungguh patut dipuji dan dihargai mengingat perjuangan Indonesia peranan mayoritas dalam bersikap dan berilaku sungguh sangat bijak. Sementara ada kelompok minoritas sama sekali tidak menampilkan perjuangan kelompoknya sebaliknya justru menghambat dan menjadi batu sandungan bagi perjuangan Indonesia dari masa ke masa. Dalam suatu waktu mereka mereka memiliki kemerdekaan dan bahkan ingin menguasai indonesia. Ini suatu sikap kebangsaan yang tidak bijak dan tidak sesuai dengan pemahaman sejarah.
         
Ras Ke Indonesiaan. Jangan diingkari perjuangan bangsa indonesia oleh bangsa Indonesia sendiri. Ini semua ditentukan oleh anugerah Tuhan melalui tokoh dan manusia sebagai insan hamba Tuhan yang bertakwa. Bukan manusia yang tidak percaya Tuhan. Bagaimana mungkin membangun Indonesia serta mengisi kemerdekaan tanpa pengakuan kita terhadap kebesaran Tuhan. Sikap ini melekat dalam diri dan sanubari bangsa indonesia hingga hayat dikandung badan.
         
SPIRITUAL SEBAGAI KEKUATAN PROKLAMASI.
Diawali dengan adanya pengakuan kebenaran yg hakiki dan kesejarahan secara faktual & otentik,yaitu kebenaran yg berasal dari Tuhan Pencipta Alam Semesta & sejarah terbentuknya NKRI. Semangat perjuangan yang dilandasi oleh keimanan & ketakwaan pada Tuhan YME, serta keikhlasan untuk berkorban adalah nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia. 

Kesejarahan secara faktual & bukti otentik, yaitu proses terbentuknya NKRI, baik secara filosif maupun etika moralnya sbg hasil perjuangan bangsa. Sebagai sutau proses yang memberikan gambaran tentang bagaimana terbentuknya bangsa dan pernanan manusia yang ada didalamnya.Yang kemudian membentuk sebuah organisasi yang disebut negara. Dimana dalam kehidupannya tumbuh kesamaan kepentingan dan kesadaran untuk mempertahankan akan tetap tegak kokohnya negara dengan melalui bela negara. 

Kemerdekaan yang diperoleh merupakan berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa yang meridai perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah. Kemerdekaan bangsa Indonesia tidak terlepas dari doa seluruh rakyat Indonesia kepada Yang Mahakuasa untuk segera terlepas dari penjajahan. Kemerdekaan tidak akan tercapai jika tidak ada izin dan kehendak dari Tuhan Yang Maha Esa.

Pernyataan Proklamasi mencerminkan tekad kemandirian bangsa Indonesia untuk terlepas dari penjajahan bangsa asing.  Sebagai negara yang merdeka dan bebas, Indonesia ingin mengantarkan dirinya ke gerbang kehidupan yang adil dan makmur. Kemerdekaan merupakan jembatan emas untuk mewujudkan cita-cita bangsa dan negara.

Kemerdekaan yang dicapai oleh bangsa Indonesia adalah hasil perjuangan seluruh rakyat yang telah berlangsung sangat lama. Kemerdekaan yang telah diperoleh tersebut merupakan satu proses panjang perebutan kemerdekaan dari penjajahan Belanda, perjuangan melawan penjajahan Jepang, dan perjuangan mempertahankan kedaulatan negara dari serangan Sekutu yang ingin kembali menjajah Indonesia.

PROKLAMASI SIMBOL KECERDASAN BANGSA.
Tanpa kecerdasan mustahil Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dapat dipertahanakan. Apa saja yang telah dilakukan bangsa Indonesia dapat dijadikal simbol kecerdasan? Yaitu penyebaran beritan dan prfesionalisme awak radia Jepang. Mengapa awak radio Jepang? Karena sekalipun mereka bangsa Indonesia namun mereka terlatih dan terdidik serta aktif dimasa penajajahan Jepang.
       
Bagaimana kalau tidak ada petugas radio ? Apakah Berita Proklamasi dapat diterima dan dipahami oleh seluruh bangsa Indonesia? Bagaimana kalau hal itu terjadi? Salah satu kendala atau masalah utama setelah terjadinya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ialah penyebaran berita atau informasi kemerdekaan Indonesia ke seluruh penjuru indonesia dan dunia. Hal ini dikarenakan luas Indonesia yang sangat luas, ditambah dengan ketersediaan alat komunikasi yang belum memadai. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat juang pemuda Indonesia.

Penyebaran berita kemerdekaan di Pulau Jawa sendiri dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Naskah proklamasi pada hari itu juga telah tiba di tangan Kepala Bagian Radio dari kantor Domei atau kemudian disebut radio Antara. Ia menerima naskah tersebut dari seorang wartawan bernama Syahruddin. Kemudian Syahruddin mengutus F.Wuz agar menyiarkan ke seluruh penjuru Indonesia perihal kemerdekaan ini.
Akibat dari penyiaran kemerdekaan Indonesia tersebut, komandan tentara Jepang di Jawa meralat hal tersebut dan mengatakan bahwa hal yang disiarkan adalah hal yang keliru. Puncaknya, pada tanggal 20 Agustus 1945, kantor berita Domei disegel dan karyawannya dilarang masuk. Namun, seorang wartawan bernama Jusuf Ronodipuro membuat pemancar radio baru, dari sinilah usaha untuk menyiarkan kemerdekaan Indonesia terus dilakukan yang kemudian dikenal dengan Radio Kandang Kambing.

Penyebaran berita kemerdekaan Indonesia tidak hanya sebatas melalui udara saja. Ada banyak hal yang dilakukan oleh para pemuda dalam usaha untuk menyebarluaskan kemerdekaan. Mereka juga memasang plakat, maupun menuliskan slogan-slogan kemerdekaan berupa coretan di dinding dan gerbong kereta api misalnya dengan slogan Respect Our Constitution, August 17!!! (Hormatilah Konstitusi Kami, 17 Agustus!!!)..

Berita penyebaran kemerdekaan Indonesia juga disebarluaskan melalui perwakilan-perwakilan daerah yang hadir pada sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945. Mereka adalah A.A Hamidan dari Kalimantan, T.Muhammad Hasan dari Aceh, Ketut Pudja dari Bali dan Sam Ratulangi dari Sulawesi.

Usaha dan perjuangan para pemuda dalam penyebarluasan berita proklamasi juga dilakukan melalui media pers dan surat selebaran. Hampir semua harian di Jawa dalam penerbitannya tanggal 20 Agustus 1945 memuat berita proklamasi kemerdekaan Indonesia dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

HIKMAH PROKLAMASI  17 AGUSTUS 1945.
Semangat perjuangan bangsa Indonesia telah terbukti dengan tercapainya Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Dimana semangat itu timbul karena di dorong oleh motivasi Rakyat Indonesia dalam merebut Kemerdekaan. Karena perasaan senasib dan sepenanggungan akibat belenggu penjajahan yang berabad-abad, serta kesengsaraan lahir batin bagi rakyat dan bangsa Indonesia.

Pengaruh dari nilai-nilai luhur agama yang menjiwai dan memengaruhi kehidupan bangsa Indonesia, seperti persamaan harkat, derajat, dan martabat kemanusiaan serta hak dan kewajiban sesama umat manusia sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Keinginan luhur budaya bangsa Indonesia supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas dalam rangka mencapai cita-cita bangsa dan tujuan negara.

Semangat perjuangan bangsa Indonesia juga merupakan kekuatan mental spiritual yang dapat melahirkan sikap dan perilaku heroik dan patriotik, serta menumbuhkan kekuatan, kesanggupan dan kemauan yang luar biasa dalam masa perjuangan fisik dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan NKRI.

PROKLAMASI BAGI MASA DEPAN BANGSA.
Semangat perjuangan bangsa inilah yang harus dimiliki oleh setiap warga negara Negara, yang telah terbukti keandalannya dan masih relevan permasalahan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia pada perjuangan fisik dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan NKRI menjadi landasan dalam mengisi kemerdekaan, telah mengalami pasang surut sesuai dengan dinamika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Semangat tersebut telah mengalami penurunan, antara lain karena pengaruh

GLOBALISASI.
Semangat perjuangan bangsa inilah yang harus dimiliki oleh setiap warga negara Negara, yang telah terbukti keandalannya dan masih relevan dalam memecahkan setiap permasalahan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dalam menghadapi globalisasi dan mengisi kemerdekaan diperlukan perjuangan non-fisik yang sesuai dengan profesi masing-masing, yang tetap dilandasi oleh nilai perjuangan bangsa Indonesia, sehingga setiap warga negara memiliki wawasan dan kesadaran bernegara, bersikap dan berperilaku yang cinta persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka belanegara demi tetap utuh dan tegaknya NKRI.

Bangsa yang berbudaya karena bangsa yang bersedia melaksanakan hubungan dengan penciptanya melaksanakan hubungan dengan penciptanya Agama. Berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ekonomi dan sosial. Berhubungan dengan lingkungan, sesamanya & alam sekitarnya. Berhubungan dengan kekuasaan politik Hidup aman tenteram dan sejahtera berhubungan dengan rasa kepedulian & ketenangan serta kenyamanan hidup dalam bernegara pertahanan & keamanan.

Ketahanan suatu bangsa sangat ditentukan oleh ketahanan budaya bangsa kita sendiri. Lunturnya budaya bangsa biasanya diakibatkan dari masuknya budaya asing. Pengaruh yang ditimbulkan adalah cara berpikir dan bertindak, selanjutnya akan masuk kedalam sendi kehidupan yang lain.

Tentu pengaruh itu tidak dapat dihindarkan bahkan harus diterima namun diperlukan filter dan kemampuan memfilter mana yang bermanfaat dan mana yang bertentangan maka bangsa kita akan tetap kuat namun bila tidak mampu memfilter maka negara dan suatu bangsa itu akan goyah, bahkan bisa hilang atau musnah.

KESIMPULAN.
Pernyataan Proklamasi mencerminkan tekad kemandirian bangsa Indonesia untuk terlepas dari penjajahan bangsa asing. Sebagai negara yang merdeka dan bebas, Indonesia ingin mengantarkan dirinya ke gerbang kehidupan yang adil dan makmur. Kemerdekaan merupakan jembatan emas untuk mewujudkan cita-cita bangsa dan negara.

Kemerdekaan yang diperoleh merupakan berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa yang meridai perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah. Kemerdekaan bangsa Indonesia tidak terlepas dari doa seluruh rakyat Indonesia kepada Yang Mahakuasa untuk segera terlepas dari penjajahan. Kemerdekaan tidak akan tercapai jika tidak ada izin dan kehendak dari Tuhan Yang Maha Esa.

Perubahan dari bangsa yang terjajah menjadi bangsa yang merdeka. Proklamasi memberikan rasa bebas dan merdeka dari belenggu penjajahan. Jiwa rakyat Indonesia pun berubah menjadi masyarakat yang bebas membangun kembali bangsa yang setelah sekian lama dijajah dan porak poranda akibat peperangan, khususnya jiwa mengisi kemerdekaan dengan yang bermanfaat.
         
Namun satu hal yang harus saya akui dengan jujur bahwa berkat Soekarno dan keikhlasannyalah Indonesia merdeka, tetapi Soekarno tidak sendiri ada kekuatan Tuhan yang menyertai. Ini juga diakui oleh Soekarno dan seluruh bangsa Indonesia. Mengulas sejarah Proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 tanpa menampilkan peranan Soekarno itu sama saja pengkhianat bangsa Indonesia dan tidak menghormati pejuang kita.
       
Mari kita bangun kembali wawasan kebangsaan kita menjadi bangsa yang besar dan kuat setara dengan bangsa lain didunia. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawan dan perjuangan bangsanya. Untuk itu diperlukan pemahaman sejarah yang benar dan pemikiran sejarah yang benar. NKRI HARGA MATI !!!!!

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: