» » » PLT. Setda Kota Jayapura Buka Pemeran Pendidikan SMP Negeri 5 Jayapura


JAYAPURA - PLT. Setda Kota Jayapura, Dr. Frans Pekey, M.Si, secara resmi membuka Pemeran Pendidikan, Kreasi Seni dan Sekolah Berwawasan Lingkungan di halaman sekolah SMP Rujukan Negeri 5 Jayapura di jalan Entrop Jayapura, Sabtu 27 Oktober 2018.

Pemeran ini bertemakan Pendidikan, Kreasi Seni dan Sekolah Berwawasan Lingkungan dari hasil binaan dari guru dan orang tua murid sehingga itu di eskspresikan lewat pameran, sekaligus meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas baik secara akademik dan ketrampilan dalam mendukung pembangunan Kota Jayapura.

Setda Kota Jayapura-Doktor, Frans Pekey mengatakan, Murid-murid SMP Negri 5 Jayapura selama ini di bina oleh guru di sekolah dan orang tua di rumah sehingga bisa mengekspresikan melalui pemeran sekolah.

Pameran ini tidak hanya bernilai seni saja tapi juga bernilai ekonomi karena bisa membantu Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas sumber daya, baik itu dalam aspek akademik ketrampilan tetapi juga mempertahankan karya seninya dengan meningkatkan kualitas lingkungan hidup, khususnya di sekolah SMP negeri 5 Jayapura, katan Doktor Frans Pekey.

Wali Kota Jayapura menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kepala sekolah berserta seluruh jajaran SMP Negeri 5 atas kegiatan pameran pendidikan kreasi seni dan juga sekolah berwawasan lingkungan yang di laksanakannya, terangnya.

Pesan dan harapannya dengan kegiatan pameran terus menjadi motivasi semangat anak-anak agar terus meningkatkan kinerja atau inovasi baru, yang kemudian di perbaiki untuk kemajuan yang lebih baik lagi di dunia pendidikan untuk meningkatkan sumber daya manusia, beber PLT Setda Kota Jayapura. 

Dan Sekolah ini juga telah di tetapkan sebagai sekolah rujukan maka itu menjadi tantangan tersendiri bagi kepala sekolah, guru dan siswa, termasuk di dukung oleh orang tua murid, bagiamana supaya menunjukan bahwa kalau menjadi rujukan maka segala aspek itu di benahi, di perbaiki sehingga ketika sekolah lain di rujuk ke sini maka kkita sekolah ini siap untuk berikan pelayanan dalam membagi pengetahuan,membagi ketrampilan, dan inovasi yang kuat yang dari sekolah SMP Negeri 5 Jayapura, tuturnya.

Mudah-mudahan Bapak Wali Kota akan perhatikan peningkatan gedung sekolah ini sehingga tampilan gedung sekolah ini sebagai sekolah rujukan juga cukup representatif di dukung oleh gedung karena itu ke depan melalui dinas pendidikan menjadi catatan untuk kita membenahi khususnya ruang kelas ruang kantor yang lebih baik lagi. Terangnya.

Jika sekolah ini sudah menjadi sekolah rujukan maka kita semua guru, orang tua dan pemerintah punya tanggung jawab untuk menaruh perhatian kepada sekolah untuk memperbaiki karena sudah menjadi sekolah rujukan, jelasnya.

Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Jayapura, Yosephin Wally mengatakan, acara Pemaran Pendidikan, Kreasi seni dan sekolah berwawasan Lingkungan adalah giatan yang mempromosi karya seni anak di sekolah ini.

Yosephin Wally menerangkan, sekolah bisa menjadi rujukan bagi sekolah yang mau belajar di sini dan SMP juga harus siap dengan kesiapannya untuk bisa menajarkan apa di dapatkan dari sekolah ini, jelasnya.

Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Menerangkan, SMP Rujukan Negri 5 Jayapura kota Jayapura, sekolah dengan beberapa predikat Tahun 2018, sekolah Adiwiyata Nasional, sekolah piloting K-13, Sekolah Ramah Anak dan Kawan Tanpa Roko (KTR), yang juga merupakan sekolah Sekolah dengan berbagai prestasi di bidang akademik maupun non akademik.

Maksud dari dilaksanakannya Pemaran Pendidikan, Kreasi seni dan sekolah berwawasan Lingkungan adalah giatan yang mempromosi karya seni anak di sekolah ini agar membangun kesepahaman berfikir dan bertindak antar Sekolah, orang tua, murid dan guru dalam hal fungsi tugas perlindungan dan pengamanan terhadap pengaruh dari luar yang akan mengancam masa depan anak.

Sedangkan tujuannya adalah untuk mensosialisasikan sekolah karena mendapat beberapa predikat 2018 dan sekolah Adiwiyata Nasional, sekolah piloting K-13, Sekolah Ramah Anak dan Kawan Tanpa Roko (KTR), bisa di ikuti sekolah lain di Papua, jelas Yosephin Wally. (Torip) 

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: