» » Presiden Joko Widodo Beri Pengarahan Kepada Peserta Apel Danrem Dandim Terpusat 2018


BANDUNG - Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo memberikan pengarahan kepada peserta Apel Danrem Dandim Terpusat tahun 2018 di Aula Yudha Wastu Pramuka Pussenif Kodiklatad Bandung, Senin (26/11).

Sebelum Presiden memberikan pengarahannya terlebih dahulu Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan kata sambutan dan ucapan selamat datang kepada Presiden RI Ir. H. Joko Widodo atas kesediaan Presiden untuk hadir ditengah - tengah Prajurit dalam memberikan pengarahan kepada para peserta Apel Danrem Dandim Terpusat tahun 2018.

Tampak hadir pada kegiatan ini, Menkomaritim, Mensekneg, Kasad, para Pangdam, para Balakpus.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan, " 510 orang peserta yang terdiri dari 45 Danrem, 15 orang Asisten Kopassus, Aster Kas Kotama, Aster Danjenkopassus, 11 orang Kasiter Korem Type A, 314 Dandim. Selain itu, terdapat 40 orang pejabat terkait fungsi pembinaan teritorial sebagai pemantau sehingga total 510 orang peserta.

"Para Perwira tersebut, selama 3 hari malaksanakan apel dengan tema " Meningkatkan Profesional Aparat Komando Kewilayahan Untuk Mensukseskan Pemilu Tahun 2019 " ungkap Panglima.

Panglima TNI juga laporkan, " saat ini kontingen TNI Angkatan Darat pada lomba tembak AARM ke 28 tahun 2018 di Malaysia, telah memastikan diri sebagai Juara Umum, ini adalah juara umum yang ke 13 ", tegasnya.

Presiden Ir. H. Joko Widodo pada sambutannya menyampaikan, Netralitas TNI itu betul - betul harus dijaga. Bahwa yang namanya stabilitas politik dan
stabilitas keamanan itu sangat perlu dalam pembangunan kita baik sekarang, jangka menengah maupun jangka panjang.

Lanjutnya, dunia ini sudah dalam proses berubah yang sangat cepat sekali, oleh sebab itu penting sekali merespon, merencanakan dari perubahan - perubahan yang ada.

Bisa aja TNI melakukan riset - riset mengenai strategi pertahanan keamanan kedepan seperti apa, misalnya apakah memindahkan markas - markas ke timur, ke barat atau ke utara. Semuanya memerlukan kajian dan penelitian sehingga segera bisa diputuskan kemana kita harus melangkah.

Mestinya dengan adanya perubahan besar baik perubahan politik global, baik perubahan ekonomi global, itu harus direspon dengan sebuah strategi besar terutama juga dibidang anggaran.

Usai memberikan pengarahan, Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dan rombongan meninggalkan tempat acara untuk kembali menuju ke Jakarta.(Pen)


«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: