-->

Iklan

Gaya Hidup

Ka BNN Berikan Kuliah Umum Kepada Pasis Sesko TNI

Kamis, 15 Juni 2017, 16:13 WIB Last Updated 2017-06-15T09:18:57Z

Foto : Kepala Badan Narkotika Nasional RI Komisaris Jenderal Polisi Drs. Budi Waseso. sedang memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler ke-44 Sesko TNI TA  2017 di Gedung Grha Widya Adibrata Sesko TNI Bandung, Rabu (14/6).(Dok)

BANDUNG - Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia Komisaris Jenderal Polisi Drs. Budi Waseso memberikan kuliah umum bertemakan “Ancaman Narkoba Terhadap Stabilitas Nasional” kepada 144 Perwira Siswa Pendidikan Reguler ke-44 Sesko TNI TA. 2017 di Gedung Grha Widya Adibrata Sesko TNI, Bandung, Rabu (14/6).

Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Polisi Drs. Budi Waseso dalam kuliah umumnya membahas tentang permasalahan terkini Narkoba, Ancaman Sindikat Narkoba di Indonesai, Strategis penanganan Permasalahan Narkoba, pencegahan, pendekatan berbasis pendidikan, pendekatan berbasis Agama, pemberantasan dan langkah-langkah Strategis TNI dalam perang melawan Narkoba.

Lebih lanjut dikatakan  Penduduk Indonesia 250 juta jiwa menjadi pasar potensial narkoba dengan jumlah penyalah guna narkoba di Indonesia ± 5 juta orang Narkoba sebagai mesin pembunuh massal (silent killer) yang merusak manusia terutama pada fungsi kerja otak, fisik, dan emosi. Diperkirakan 40 - 50 orang per hari meninggal dunia karena narkoba Peredaran gelap narkoba telah menyasar kepada anak-anak (regenerasi pangsa pasar). Bahkan seluruh lapisan masyarakat telah terkontaminasi narkoba mulai dari TNI, Polri, BNN, Kementerian/Lembaga sampai dengan lapisan masyarakat terbawah.  Permasalahan terkini diantaranya kondisi geografis Indonesia menjadi “surga” bagi para sindikat narkoba memasukan narkoba, terutama melalui jalur Selat Malaka. Mentalitas generasi muda yang melemah akibat tantangan dan beban kehidupan yang kompleks.  Pengaruh gaya hidup yang menganggap menggunakan narkoba sebagai sesuatu yang modern (ganja, ekstasi dan shabu).  Kecenderungan perilaku madat di kalangan remaja dengan menggunakan obat-obatan legal yang diracik dengan berbagai macam obat-obatan.

Strategis penanganan permasalah narkoba di lakukan dengan cara pencegahan (Demand Reduction), pemberantasan (Supply Reduction) dan rehabilitasi (Demand Reduction). Pencegahan dengan mengembangkan sistem pertahanan diri (imunitas) masyarakat secara intensif melalui upaya promotif dan pengembangan kecakapan hidup sejak usia dini. Mengembangkan sistem deteksi dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan keluarga, pendidikan, kerja, dan masyarakat. Mengoptimalisasi peran serta instansi pemerintah, swasta, dan organisasi kemasyarakatan (agama, wanita, pemuda, profesi, dll) dalam kampanye masif anti narkoba. Sedangkan pemberantasan dengan tindakan tegas. Menyita aset sindikat narkoba yang berasal dari tindak kejahatan narkoba. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama lintas instansi dan lintas negara dalam rangka pengungkapan sindikat tindak kejahatan narkoba. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama lintas instansi dan lintas negara dalam rangka pengungkapan sindikat tindak kejahatan narkoba, ujarnya

Diakhir ceramahnya Komisaris Jendral Polisi Drs. Budi Waseso menyampaikan kata bijak ”Belajarlah dari sejarah, Hancurnya generasi, karena narkoba. Lakukan perbaikan segera, Bersama perangi Narkoba”.

Komentar

Tampilkan

Terkini