» » » » Melalui Tarling Kodim 0611/Garut Ajak Masyarakat Aktifkan Siskamling

BANDUNG - Melacak jejak jaringan kelompok radikal terus dilakukan oleh aparat keamanan, salah satunya, penggeledahan rumah seorang terduga Bomber Kampung Melayu oleh Densus 88 Anti Teror di Desa Tani Mulya, KBB. Penangkapan terduga pelaku teror Kampung Melayu di Karangpawitan, Garut. Nampaknya, daerah perkampungan menjadi spot tujuan pelarian para terduga teror bom. Guna meminimalisir ruang gerak kelompok radikal, Kodim 0611/Garut tingkatkan kewaspadaan melalui jam komandan dan himbauan kepada masyarakat.

"Tentunya kita kembali mempertajam daripada aparat intelijen kita, termasuk juga para Babinsa. Saya sudah melakukan jam komandan untuk mengumpulkan mereka memberikan arahan dan evaluasi, yang seyogyanya, hal-hal seperti itu bisa di deteksi. Deteksi dini, kita kan punya kemampuan di wilayah itu yang disebut deteksi dini temu cepat lapor cepat. Nah itu kita ingatkan kembali. supaya, kejadian tersebut tidak terulang ataupun menyebar di tempat yang lain. Contohnya, kemarin, indikasinya pelaku pengeboman kan itu sempat tinggal Kurang lebih 3 bulan di Karangpawitan" Kata Dandim 0611/Garut Letkol Arm Setyo Hani kepada SJONews.com via seluler, Kamis (8/6) Malam.

Pihaknya berupaya mengimbau masyarakat agar memperbaiki kelemahan dalam pengawasan lingkungan. Seyogianya jika melihat hal-hal aneh berkembang di lingkungan, masyarakat diharapkan cepat tanggap dengan melaporkan.

"Kemarin kita retest, saya juga sudah koordinasi dengan pemerintah daerah, untuk yuk sama sama dengan kepolisian juga, yuk kita berkolaborasi untuk meningkatkan kembali, contohnya Siskamling. Kemudian berbicara juga dengan Pak Bupati dan Wakil Bupati Garut untuk kembali pola ke bawah 1 kali 24 jam itu, bertamu ataukah pendatang harus melapor. Dengan begitu, Itu akan meminimalisir orang-orang yang tidak dikenal di wilayah, apalagi akan melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang atau tidak biasanya" Terangnya.

Masyarakat juga diharapkan dapat meng edukasi diri dengan mengamati secara seksama dari ciri identifikasi fisik yang mudah terlihat. "Kemudian sosialitanya juga kelihatan tidak ber-masyarakat, cenderung tertutup. Umumnya, itu kan sudah merupakan indikator-indikator yang harus cepat tanggap, minimal kalau tidak punya kemampuan penyelidikan, minimal warga melapor kepada kita, itu yang kita ingatkan" Kata Dandim.

Lanjutnya, "Melalui media tarling, tarawih keliling, saya bersama para danramil juga babinsa, saya Bekali mereka untuk menyampaikan kepada masyarakat. Kembali mengingat partisipasi masyarakat untuk antisipasi masyarakat menangkal gerakan-gerakan ataupun kegiatan-kegiatan yang bersifat radikal baik kanan maupun kiri ataupun hal-hal yang menyimpang. Sehingga mereka saya bekali untuk memberikan nasihat atau pesan kepada masyarakat baik pesan moral dan sosial untuk lebih sadar sadar pentingnya kebersamaan kembali ke persatuan dan kesatuan"

Dandim mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan memfilter berita-berita, diduga hoax.

"Tidak boleh mengklaim saya paling benar saya paling alim yang lain kafir, yang lain thogut dan lain sebagainya. Turut menjaga kebhinekaan, karena kebhinekaan di Indonesia adalah sebuah keniscayaan tidak bisa ditolak itu. Kita kan terdiri dari 17.000 pulau, beraneka warna kulit, beraneka warna, ragam suku jadi perbedaan itu adalah sebuah keniscayaan. Empat pilar kebangsaan yang dimulai Pancasila undang-undang kemudian NKRI dan bhineka tunggal ika. Salah satunya adalah cinta tanah air adalah sebagian daripada iman kalau kita cinta sama tanah air dan berlandaskan pada Pancasila itu adalah sebuah panjabaran keimanan Kita" Tegasnya.

Hindari Persekusi, Letkol Setyo Hani meminta masyarakat untuk mendukung setiap langkah hukum, jangan main hakim sendiri.

"Kami selalu berkolaborasi dengan kepolisian untuk bersama-sama kita menyampaikan kepada organisasi masyarakat, lsm ataupun kepada masyarakat pada umumnya apabila terdapat perbedaan di masyarakat atau di permasalahan tidak boleh dilakukan secara main hakim sendiri semua itu sendiri ada proses hukum yang berlaku karena kita negara hukum itu salah satunya yang kita sampaikan kepada masyarakat tolong himbauan untuk tidak melakukan semacam intimidasi, main hakim sendiri istilah viralnya persekusi" Tutup Dandim.(Adi)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: