» » » » PJT II Jatiluhur Dengan PGN Sinergi Pengembangan Bisnis Dan Kelola Infrastruktur


PURWAKARTA. Dirut PJT II Jatiluhur Joko Saputro melempar kelakar ikhwal baru terbangunnya kerjasama lembaganya dengan Perusahaan Gas Negara (PGN).

"Kenapa baru sekarang? Kenapa juga saya baru ditaruh hari ini di PJT," ucap Joko menjawab wartawan usai penandatangan nota kesepahaman antara PJT II dengan PGN tentang sinergi, pengembangan bisnis, dan pengelolaan infrastruktur dalam rangka penguatan energi di Istora Jatiluhur, Purwakarta. Hadirin pun tertawa dan bersorak."

Diakuinya, ia baru setahun menjabat Dirut PJT II Jatiluhur. Sebelumnya Joko menempati posisi strategis di PGN.

Pun demikian dengan Dirut PGN Jobi Triananda Hasjim. Ia berkelakar.
"Kenapa sekarang, kaya jodoh saja, enggak bisa dipaksain. Inilah yang dituntun Bu Rini, Menteri BUMN, agar sinergitas BUMN terbangun," ujar Jobi.

Jobi menyebutkan, saat ini hampir 40 persen jaringan saluran pipa PGN ditanam diatas tanah yang dikelola PJT II Jatiluhur, sepanjang 50 km dari Tarum Barat sampai Cikarang Bekasi Laut.

"Untuk itu, kami merasa perlu melakukan joint planning dengan PJT karena pengembangan jaringan pipa ini sangat penting," katanya.

Jobi melihat kedepan pengembangan sektor industri akan bergeser ke wilayah timur karena kian padatnya diwilayah Jakarta dan Bekasi.

"Nanti kita akan sering ketemu PJT," ucapnya.

Lebih lanjut Jobi mengatakan, selain dengan PJT, model kerjasama juga telah dibangun PGN dengan Pelindo, Angkasa Pura, ASDP dan banyak perusahaan plat merah lainnya.

"Karena wilayah kerja PGN ini dari Sabang sampai Merauke," jelasnya.

Jobi mengapresiasi dan bersyukur bisa membangun sinergitas dengan PJT II Jatiluhur.

"Diharapkan, adanya model kerjasama ini bermanfaat bagi rakyat," kata Jobi.

Joko menambahkan, MoU merupakan langkah tepat karena PJT akan menjalankan program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang disalurkan ke Jakarta. Joko pun membenarkan program ini berlangsung saat Jokowi masih menjabat Gubernur DKI.

"Dulu sempat terhenti. Sekarang dilanjutkan lagi. Target akhir 2017 SPAM selesai terbangun dan manfaatnya dirasakan rakyat," tegasnya.

Untuk program SPAM, lanjut Joko, pihaknya telah mengkalkulasikan butuh investasi 1,5 milyar US$. Meski demikian, lembaganya tak ingin membebani APBN.

"Sangat tepat karena PGN memiliki spesifikasi pada jaringan pipa. Kita bisa menghemat biaya pembangunan SPAM memanfaatkan jaringan pipa PGN,' ujar Joko.(Deni Ramdani)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: