» » Wakasal Berikan Kuliah Umum "5 Pilar Kebijakan Maritim" Kepada Pasis Sesko TNI


BANDUNG - Wakil kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Muda TNI Achmad Taufiqeorrochman M SE memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler ke-44 Sesko TNI TA 2017 di Gedung Ghra Widya Adibrata Sesko TNI Bandung, Rabu (31/5). Wakasal dalam kuliahnya mengambil Thema Peran Strategis TNI AL Dalam Mendukung Visi Pemerintah Poros Maritim Dunia.

Perwira Siswa yang menghadiri kuliah umum tersebut berjumlah 144 orang terdiri dari TNI AD 60 orang, TNI AL 39 orang, TNI AU 35 orang, Polri 5 orang  dan perwira siswa negara sahabat 5 orang berasal dari Australia, Arab Saudi, India, Pakistan dan Singapura.  

Wakasal dalam kuliah umumnya mengatakan Presiden Indonesia Joko Widodo, di awal pemerintahannya secara eksternal dalam berbagai kesempatan internasional gencar
mensosialisasikan dan mengumumkan sebuah konsep menyeluruh dari "5 Pilar Kebijakan Maritim” sebagai fokus pemerintahannya. Hal ini pada dasarnya merupakan visi nasional dan agenda pembangunan untuk membangun kembali budaya maritim negara dan memperkuat basis ekonomi. Konsep ini juga menandakan sebuah doktrin strategis baru yang memproyeksikan Indonesia menjadi kekuatan maritim dengan memaksimalkan pengaruh diplomatik. Stabilitas keamanan kawasan Asia-Pasifik akan terwujud apabila wilayah perairan, darat dan udara kawasan tersebut terpelihara stabil.

Lebih lanjut dikatakan dalam melaksanakan Visi poros maritim dunia diperlukan upaya-upaya penerapan 5 pilar untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia diantaranya Pertama, pembangunan budaya maritim dengan melakukan pendidikan vokasional bidang kelautan serta peningkatan wirausaha bidang kesenian dan wisata bahari. Kedua, melaksanakan pengelolaan sumber daya maritim dengan  melindungi potensi perikanan dari ancaman illegal fishing serta memberdayakan dan meningkatkan perikanan nasional. Ketiga, meningkatkan dan membangun infrastruktur dan konektivitas maritim dengan cara pembangunan 24 pelabuhan laut dalam atau deep sea port dan infrastruktur pendukung. Keempat, peningkatan diplomasi maritim dengan cara kolaborasi antar instansi kemaritiman untuk membangun kesepahaman. Kelima, peningkatan kekuatan pertahanan maritim tidak hanya memperkuat TNI AL akan tetapi seluruh komponen bangsa khususnya stake hoolder kemaritiman, oleh karena itu TNI AL senantiasa
berupaya membangun dan modernisasi alut sista.(Kol)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: