» » Chappy Hakim Di Sesko TNI: “Kepemimpinan Visioner Dan Transformasional”


BANDUNG - Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler ke-44 Sesko TNI TA. 2017 dengan tema “Kepemimpinan Visioner dan Kepemimpinan Transformasional”, di Gedung Ghra Adi Brata Sesko TNI, Bandung, Selasa (4/7). Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim dalam kuliah umumnya mengatakan kepemimpinan atau leadership belakangan ini terlihat sekali menjadi sangat dibutuhkan oleh berbagai pihak, baik perorangan maupun dan terutama oleh institusi.  

Salah satu penyebabnya adalah faktor persaingan yang semakin hari menjadi semakin tajam. Di negara maju sudah sangat jelas terlihat bahwa materi Leadership sudah merambah pada berbagai sektor kehidupan terutama sekali pada bidang pendidikan. Pada masa awal, sebenarnya leadership lebih banyak dikembangkan dalam dunia militer. Dunia militer sangat membutuhkan pengetahuan kepemimpinan, karena memang dunianya yang sangat terang benderang dan jelas sekali dalam menentukan tujuan yang hendak dicapai, yaitu memenangkan pertempuran dan atau peperangan.  

Dunia yang sangat hitam putih, dunia dengan lingkungan disiplin tinggi dan model kepemimpinan yang cenderung dan harus otoriter. Pada tataran yang sangat otoriter inilah, kemudian dibutuhkan seni memimpin yang cenderung "memaksa" akan tetapi bertolak belakang dengan itu berharap bagi mereka yang dipaksa dapat melakukannya dengan "sukarela".  

Inilah antara lain yang memunculkan banyak teori tentang kepemimpinan. Dan inilah pula yang kemudian berkembang dalam dunia kepemimpinan dikalangan militer, bagian lain dari leadership yang dikenal dengan istilah "Officership" atau keperwiraan. Karena perwira atau officer yang memegang peranan dalam pelaksanaan perintah atau komando, maka seorang perwira harus dibekali dengan berbagai pengetahuan dan skill atau keterampilan yang dapat digunakannya dalam upaya mencapai keberhasilan pada melaksanakan tugas.

Lebih lanjut dikatakan, tidak bisa dihindari, dalam situasi dan lingkungan yang penuh dengan persaingan yang semakin hari semakin ketat dan cenderung keras, maka terlihat hanya satu resep yang dapat menjadi acuan dalam berkutat pada persaingan yang keras tersebut yaitu "perubahan" atau kemampuan untuk "berubah".  

Banyak ilmu tentang perang yang kemudian berkembang atau merambah ke dunia bisnis. Disinilah kemudian orang menggunakan taktik dan strategi atau tata cara untuk memenangkan perang yang diimplementasikan untuk memenangkan persaingan bisnis atau perdagangan.

Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim juga menambahkan dalam perjalanannya kemudian, ternyata untuk mewujudkan sebuah perubahan tidaklah sesederhana seperti yang dipikirkan semula. Perubahan ternyata telah menjadi sesuatu yang cukup sulit untuk dapat begitu saja diwujudkan.

Untuk melakukan sebuah perubahan, menurut Pareto, begitu dikumandangkan sebuah ajakan untuk memulai langkah perubahan maka hanya 20% saja orang yang merespon untuk menyetujuinya, sedangkan 80% lainnya akan menolak perubahan.

Melakukan perubahan ternyata cukup sulit. Mengapa untuk melakukan perubahan menjadi sulit, karena ternyata untuk melakukan perubahan dibutuhkan terlebih dahulu kesamaan persepsi dan kesamaan dari gaya berpikir. Untuk persepsi sendiri akan  sangat tergantung kepada paradigma atau unsur-unsur yang membangun sebuah keadaan. Paradigma sangat menentukan dalam membangun persepsi seseorang. Sedangkan gaya berpikir dipengaruhi oleh gaya berpikir yang "reaktif" dan gaya berpikir yang "kreatif".

Hanya dengan menyamakan persepsi yang sangat tergantung pada pradigma dan gaya berpikir yang kreatif, langkah perubahan dapat dilakukan dengan baik dan dapat diharapkan menjadi lebih mudah untuk mencapai keberhasilan.  

Dalam upaya mewujudkan perubahan itulah, maka peran kepemimpinan atau leadership menjadi sangat penting.   Dalam hal situasi dan kondisi yang tengah kita hadapi saat ini dan antisipasi kedepan maka disitulah akan dapat ditentukan leadership yang bagaimana yang sangat dibutuhkan atau perlu mendapat perhatian utama.  

Dua aspek leadership yang cukup penting untuk menjadi titik tinjau dan bahasan belakangan ini ternyata adalah leadership yang visioner dan juga leadership yang Transformasional.

Komandan Sesko TNI Letnan Jenderal TNI (Mar) R.M. Trusono, S.Mn., mengatakan dengan telah dilaksanakan ceramah dari Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim diharapkan para Pasis Sesko TNI semakin memiliki pemahaman dan wawasan tentang kepemimpinan visioner dan kepemimpinan transformasional yang semakin luas dan sangat bermanfaat dalam melaksanakan tugas-tugas TNI di masa depan.


Diakhir ceramah Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim memberikan sumbangan buku kepada Sesko TNI, sementara Komandan Sesko TNI Letjen TNI (Mar) R.M Trusono S.Mn memberikan cindera mata.

Hadir dalam acara tersebut Wadan Sesko TNI Marsekal Muda TNI Herry Irsal, para Direktur, Kakordos dan Dankorsis Sesko TNI.(Hms)


               

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: