-->

Iklan

Gaya Hidup

Pengerjaan Capai 44%, Menhub Optimis Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Selesai 2021

Senin, 24 Februari 2020, 00:38 WIB Last Updated 2020-02-23T17:38:09Z

Foto : Menhub berfoto bersama usai meninjau dua spot pengerjaan proyek di Purwakarta dan Rancaekek, Bandung, Pekan (23/2). (Foto: Kemenhub) 

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengucapkan optimis proyek pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung dapat diatasi pada akhir tahun 2021.

“Kita tetap fokus menyelesaikan ini, 2021 akhir sudah beroperasi. Jadi aku tadi bicara dengan regu PT Kereta Kencang Indonesia China (KCIC) tidak persoalan, kita bisa optimalkan,” kata Menhub usai meninjau dua spot pengerjaan proyek di Purwakarta dan Rancaekek, Bandung, Minggu (23/2).

Dikala ini, dikatakan Menhub, cara kerja pelaksanaan proyek Kereta Pesat Jakarta-Bandung sudah mencapai 44% meskipun untuk pembebasan lahan sendiri telah menempuh 99,96%. Ia menyebut masih ada sebidang tanah di daerah Bandung yang sedang dalam tahap konsinyasi. Pada kans hal yang demikian, Menhub berpesan terhadap KCIC sebagai pelaksana proyek agar pekerjaan ini dapat dipecahkan pas waktu.

“Satu, wajib ontime. Berkaitan kedua, patut ada alih teknologi, dan ketiga yakni jaga kekerabatan dengan masyarakat banyak dan teamwork harus dilihat,” ucapnya.

Pesat dengan wabah virus Covid-19 atau corona yang khususnya melanda daratan Tiongkok, Menhub sudah berkoordinasi dengan KCIC dan mempertimbangkan bahwa proyek Kereta Pesat Jakarta-Bandung konsisten berjalan cocok rencana dengan memanfaatkan energi kerja lokal. Menhub mengapresiasi KCIC yang juga sudah menjaga hubungan baik dengan masyarakat lokal dengan menempatkan sejumlah spot rumah pekerja dengan masyarakat lokal. Dia juga berharap dengan begitu hal ini juga akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kecuali berbangga dan bahagia ada suatu proyek kereta cepat pertama kali di Indonesia, ini dijalankan (dengan skema pembiayaan) business to business jadi artinya swasta Indonesia dengan swasta China. Ini yaitu proyek strategis yang kita inginkan sebab tidak membebani APBN. Bayangkan ada Rp83 triliun yang masuk Indonesia dari swasta dalam proyek ini,” ucap Menhub.

Lebih lanjut, Menhub mengatakan kalau kereta pesat Jakarta-Bandung ini berhasil kedepannya bukan tak mungkin akan dilanjutkan hingga Surabaya. Sementara itu, Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra memutuskan pihaknya sudah mengantisipasi adanya sejumlah keadaan tanah yang rawan atau labil di sebagian spot di Jawa Barat.

Pesat faktor tanah, menurut Dirut KCIC, elemen cuaca ekstrem yang sedang terjadi akhir-akhir ini juga telah diantisipasi oleh PT KCIC sehingga diharapkan tak akan mempengaruhi proses pengerjaan proyek.

“Jadi yang rawan telah kita mitigasi. Kita telah antisipasi hal tersebut,” jelas Chandra.

Sebagai info, dikala ini PT KCIC tengah mengerjakan sebanyak 13 Tunnel atau terowongan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Nantinya Kereta Cepat Jakarta Bandung akan mempunyai panjang mencapai 142,3 km dengan empat stasiun pemberhentian, merupakan Stasiun Halim, Karawang, Walini, sampai Tegalluar, Bandung.

Dari trek tersebut sebanyak 80 km dibangun layang atau elevated. Cepat, sisa jalanan Kereta Pesat Jakarta Bandung digarap di atas tanah yang di antaranya lewat tunnel atau terowongan yang menembus bukit. Dengan eksistensi Kereta ini, waktu tempuh Jakarta-Bandung akan lebih kencang yakni sekitar 46 menit dengan kecepatan sekitar 350 km/jam. Kencang Dirut KCIC Chandra Dwiputra, ikut mengantar Menhub dalam kunjungan kerja proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung Dirjen Perkeretaapian Zulfikri, Staf  Menhub Bidang Komunikasi Publik Adita Irawati dan sejumlah pejabat setempat. (BKIP Kemenhub/EN)


Komentar

Tampilkan

Terkini