-->

Iklan

Gaya Hidup

Secepatnya akan Dilakukan Evakuasi 74 WNI Kru Kapal Diamond Princess

Minggu, 23 Februari 2020, 03:07 WIB Last Updated 2020-02-22T20:07:33Z

Foto : Presiden berfoto bersama pekerja dikala meninjau pembibitan di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Jumat (21/2). (Foto: Humas/Ibrahim)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempersembahkan bahwa akan secepatnya mengerjakan evakuasi kepada 74 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi kru Kapal Pesiar Diamond Princess yang telah dinyatakan sehat dan terbebas dari Virus Corona (Covid-19).

”Saya kaprah secepatnya, sebab ini juga masih pelaksanaan perundingan Indonesia dan Jepang untuk kita minta ini, meminta ini, melainkan di sana masih belum menjawabnya,” ujar Presiden menjawab pertanyaan wartawan usai meninjau pembenihan di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Jumat (21/2).

Kepala Negara ingin seketika ada keputusan sehingga dapat seketika mempertimbangkan. ”Ya, ini dalam proses persiapan melainkan belum kita putuskan. Kapal rumah sakit juga kita siapkan melainkan urusan yang berhubungan dengan tempat belum diputuskan,” ujarnya.

Segala persiapan, berdasarkan Presiden, dilaksanakan apakah nanti dievakuasi dengan kapal ke rumah sakit seketika atau evakuasi dengan pesawat. Sebelumnya, Menko PMK, Muhadjir menerangkan ada sebagian pilihan atau pilihan evakuasi yang masih akan dipertimbangkan dan menunggu arahan Presiden. Di antaranya, menjemput dengan Kapal dr. Soeharso dari TNI AL atau via trek udara dengan telah memperhitungkan dari segi efisiensi dan efektivitasnya.

“Saya belum dapat sampaikan itu secara detil, nanti tunggu kita sampaikan dulu ke Pak Presiden. Sekiranya sudah ada arahan Pak Presiden akan saya sampaikan yang lebih lengkap,” ujarnya usai rapat tingkat menteri berkaitan hal hal yang demikian di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (20/2) kemarin.

Kendati demikian, menurut Muhadjir, pemerintah telah bersepakat kuat untuk sesegera mungkin melakukan evakuasi kepada para awak kapal tersebut. Bahkan proses berikutnya akan mencontoh prosedur yang telah ditentukan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Prosedurnya layak seperti yang kemarin yang telah ditetapkan oleh WHO. Melainkan semuanya masih dalam opsional, menunggu arahan Pak Presiden,” tukasnya.

Karhutla

Sementara itu, menjawab pertanyaan wartawan soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau, Presiden menyampaikan bahwa ketika ini penanganan karhutla berbeda sebab dikala satu spot timbul langsung diketahui dikerjakan oleh siapa dan bagaimana penanganannya.

”Jadi muncul 1, seketika padam, muncul 1 padam. Jangan hingga 1 dibiarin, muncul 2, muncul 10, timbul 100, kemudian enggak tertangani. Aku kaprah memang yang paling penting ialah pencegahan, 1 selesaikan, 1 api padamkan,” jawab Presiden. (RSF/EN)
Komentar

Tampilkan

Terkini