Iklan

Iklan

Gaya Hidup

Presiden Jokowi Sampaikan Perkembangan Penanganan dan Pencegahan Penyebaran COVID-19

Jumat, 20 Maret 2020, 21:28 WIB Last Updated 2020-03-20T14:28:35Z

Jakarta - Pemerintah bekerja keras menanggulangi akibat dari penyebaran virus COVID19. Virus tersebut dengan cepat telah melanda 180 negara di dunia. Dari hari ke hari pemerintah telah melakukan langkah-langkah cepat dalam menangani penyebaran COVID-19 ini.

"Saya tegaskan lagi bahwa kita harus saling mengingatkan untuk disiplin mengikuti protokol kesehatan dalam mengurangi penyebaran COVID-19. Jangan ragu untuk menegur seseorang yang tidak disiplin dalam menjaga jarak, tidak mencuci tangan, dan abai menjaga kesehatannya. Bagi yang terbukti positif terinfeksi COVID-19 atau menduga diri ada kemungkinan terinfeksi, segera isolasi diri dan menjaga kesehatan" Tegas Presiden Jokowi.

Lanjutnya, "Saya minta kepada daerah dan lingkungan yang belum terinfeksi COVID-19 untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar mengurangi risiko penularan Virus Korona. Dan kepada daerah dan lingkungan yang telah ada terinfeksi, agar membantu saudara-saudara kita yang terinfeksi untuk bisa mengisolasi diri dan memberikan bantuan yang memadai.

Hari ini pemerintah telah mulai melakukan rapid test sebagai upaya untuk memperoleh indikasi awal apakah seseorang positif terinfeksi COVID-19 ataukah tidak. Pemerintah memprioritaskan wilayah yang menurut hasil pemetaan menunjukkan indikasi yang paling rawan terinfeksi COVID-19. Selain itu pemerintah telah memutuskan untuk melakukan desentralisasi tes, yang memberikan kewenangan kepada laboratorium-laboratorium yang telah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan.

"Pemerintah juga menyiapkan obat, dari hasil riset dan pengalaman beberapa negara, agar bisa digunakan untuk mengobati COVID-19 ini sesuai dengan resep dokter. Obat tersebut akan sampai kepada pasien yang membutuhkan melalui dokter keliling dari rumah ke rumah, melalui rumah sakit, dan puskesmas di kawasan yang terinfeksi" 

Kemudian, "Saya sudah minta kepada BUMN farmasi yang memproduksi ini untuk memperbanyak produksinya. Pemerintah juga sedang mempersiapkan infrastruktur-infrastruktur pendukung yaitu rumah isolasi dan rumah sakit. Wisma Atlet Kemayoran siap dijadikan rumah sakit darurat COVID-19 dan juga sebagai rumah isolasi pada nanti Sabtu malam, 21 Maret 2020. Pulau Sebaru dan Pulau Galang juga disiapkan untuk menjadi ruang karantina dan observasi dan isolasi. Untuk Pulau Galang akan selesai dibangun pada Sabtu, 28 Maret 2020" Jelas Presiden.

Kapasitas rumah sakit rujukan akan terus ditingkatkan dan ditambah, baik dari sisi ruang, dari sisi peralatan, obat, dan SDM. Rumah sakit TNI, rumah sakit Polri, dan rumah sakit BUMN yang ada di daerah-daerah terinfeksi juga telah disiapkan sebagai rumah sakit COVID-19.  Rumah sakit swasta juga akan diajak serta untuk berpartisipasi dan ditingkatkan kemampuannya.

"Saya akan menggerakkan seluruh kekuatan pemerintah dan kekuatan negara dan bangsa untuk mengatasi kesulitan ini, baik permasalahan kesehatan dan masalah sosial ekonomi yang mengikutinya. Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini" Pungkasnya.(Stb)


Komentar

Tampilkan

Terkini

Opini

+

Hukum

+

Komunitas

+