-->

Iklan

Gaya Hidup

Ikatan Alumni ITB 86, Wakafkan Ratusan Iqro Braille dan Bantuan Perbaikan Mesin Braille di SLBN A Citeureup

Sabtu, 18 Juli 2020, 23:55 WIB Last Updated 2020-07-19T14:37:40Z

KOTA CIMAHI – Masa pandemi Covid-19, beragam cara orang menyikapi untuk tetap bisa berbuat baik terhadap sesama. Seperti halnya dilakukan Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan tahun 1986 (86) Bageur Geulis, yang mendonasikan ratusan buku iqro braille untuk peserta didik tunanetra di cimahi.

Koordinator Ikatan Alumni ITB 86, Fathansyah, mengatakan ide untuk berdonasi itu muncul saat masa pandemi Covid-19, adanya kebutuhan buku iqro braille di sekolah yang dikunjunginya itu, membuat diri bersama teman-teman alumninya itu tergugah untuk memberikan bantuan berupa iqro braille. “temen-temen alumni itb angkatan 86 bageur geulis, berinisiatif untuk datang ke slb negeri cimahi untuk memberikan bantuan sembako awalnya. bertemu dengan kepala sekolah yang menyampaikan adanya kebutuhan buku iqro braille, dari informasi itu kami mencoba berkoordinasi dengan temen-temen alumni itb 86 untuk berdonasi,” katanya saat ditemui usai kegiatan Launching Buku Iqro Braille di Aula SLB Negeri A Citereup, Sabtu (18/7/20).

Menurut Fathan, saat itu target awal donasi bisa terkumpul dana untuk mencetak 200 buku iqro braille, namun banyaknya antusias untuk berpartisipasi dana yang terkumpul justru melebihi targetnya.

“awalnya terkumpul dana untuk kita targetkan melakukan pencetakkan 200 buku iqro, alhamdulillaah karena cukup banyak yang berpartisipasi, pada akhirnya kami bisa membantu untuk pencetakkan hingga 600 buku braille, ungkapnya.

Iqro braille tersebut selain untuk kebutuhan di SLB Cimahi, juga akan di distribusikan untuk slb-slb atau peserta didik tunanetra di Jawa Barat.

“semoga dengan adanya buku iqro braille ini siswa terbantu untuk bisa mulai bagaimana membaca huruf-huruf hijaiyah dan kemudian membaca al-qur’an,” tambahnya.

Selain mencetak Buku Iqro Braille, pihaknya juga memberikan bantuan berupa perbaikan mesin braille yang rusak. Dengan demikian pencetakan bisa dilakukan secara maksimal.

“kami juga menemukan bahwa di slb cimahi ini mereka punya banyak sekali printer untuk melakukan pencetakan huruf buku-buku braille, tapi sebagian dalam kondisi rusak. kebetulan ada rekan kami yang juga memiliki tim untuk mencoba melihat kondisinya dan mencoba melakukan perbaikan, alhamdulillaah dari sekitar 6 atau 7 printer braille yang rusak itu 5 atau 6 printer diantaranya sudah bisa kami perbaiki,” tuturnya.

Sementara itu Kepala SLB Negeri A Citeureup, H. Sudarman, mengatakan Iqro Braille tersebut telah melalui beberapa tahapan proses, mulai dari pengalihan bahasa arab ke braille, proses editing hingga pencetakan.

“prosesnya yang pertama adalah pengalihan bahasa dari arab ke braille dan nanti melalui proses edit, langsung bisa dicetak sebagai buku braille iqro yang terdiri dari 2 volume, volume 1 itu iqro 1 sampai 3, volume 2 nya adalah iqro 4 sampai 6,” pungkasnya.

Buku iqro braille tersebut akan menjadi prioritas utama yang akan di distribusikan ke sekolah-sekolah, sebagai penguatan literasi perpustakaan di SLB yang ada di Jawa Barat.
(DSt)
Komentar

Tampilkan

Terkini