-->

Iklan

Gaya Hidup

Masuki Fase New Era, Resto Raja Sunda Pasteur Diserbu Pengunjung

Jumat, 03 Juli 2020, 09:59 WIB Last Updated 2020-07-03T02:59:48Z

Kota Bandung- Setelah berpekan-pekan mengalami penutupan global demi mencegah penyebaran virus Covid-19, Restaurant Raja Sunda yang berada di Jalan Terusan Pasteur Kota Bandung, kini mulai beroperasi kembali setelah pemerintah Provinsi Jawa Barat menerapkan fase new era atau new normal.

Saat restaurant yang menyediakan masakan sunda itu dibuka kembali, terlihat langsung diserbu pengunjung dari berbagai daerah. Meski demikian pengunjung akan disuguhi dengan suasana berbeda, karena pada fase tersebut baik pihak restaurant maupun pengunjung harus melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah setempat.

Menurut Manager Restaurant, Amir Lili, Meski restaurant ini kembali dibuka stelah pemerintah setempat menerapkan fase new normal, namun pihaknya tetap melaksanakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Covid-19 sesuai yang ditetapkan pemerintah.

"jadi sekarang kita mulai dengan konsep baru, kita tetap mengikuti protokol kesehatan dari kemaren kita open lagi tanggal 30 an. sejak itu ya kita tetap mengikuti protokol kesehatan, seperti menyediakan alat pendeteksi suhu tubuh untuk mengecek suhu tubuh karyawan atau pengunjung, hand sanitizer, dan wajib memakai masker," ujarnya saat ditemui di Restaurant Raja Sunda, di Jalan Terusan Pasteur Kota Bandung.

Pantauan dilokasi, terlihat pengunjung silih berganti berdatangan, baik menggunakan mobil pribadi, pariwisata maupun sepeda motor. Pengunjung yang datang, rata rata merupakan keluarga antara 2 hingga 4 orang. Para karyawan pun mulai terlihat sibuk melayani pengunjung. Itulah kesan yang terlihat di Restaurant Raja Sunda Pasteur. Tampak masyarakat atau pelanggan setianya itu melepas kerinduan akan cita rasa yang diciptakan restaurant tersebut.

Meski demikian, pada fase new era ini pihaknya membatasi jumlah kunjungan hanya 30 persen dari total kapasitas yang ada. Dari total kapasitas 300 orang, kini hanya menyediakan untuk 100 orang saja.

"selanjutnya konsep internal di dalam ini untuk area tempat duduk itu kemaren kan kita ngikut protokol kesehatan itu 30 persen dari total kapasitas.
itu sudah kita jalankan, mungkin biasa disini bisa 120 orang (area depan) sekarang itu hanya 40 orang. di belakang itu ada lesehan juga, kalau untuk nampung keseluruhan itu kurang lebih 300 orang, sekarang paling 100 orang," katanya.

Jika ada pengunjung datang yang tidak mengenakan masker, pihaknya akan mengingatkan atau menginformasikannya dengan cara penyampaian yang baik.

"terutama untuk penggunaan masker baik pengunjung maupun karyawan wajib mengenakan masker, kalaupun misalnya ada pengunjung yang tidak mengenakan masker, kita ingatkan dan diinformasikan agar menggunakan masker selama berada di area restaurant, tentunya dengan cara penyampaian yang baik," tegasnya.

Sementara di fase adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new era ini, pihaknya mengaku tidak mengeluarkan seluruh menu seperti biasanya. Dari total menu yang ada, pihaknya hanya ngurangi sekitar 10 persen saja.

"untuk menu juga kita keep dulu, tidak dikeluarkan semua, sebagian kecil dikurangi sekitar 10 persen dari total menu yang ada," ujarnya.

Selama kurang lebih 3 bulan restaurant ditutup total, pihaknya mengaku sangat terdampak besar karena tidak memiliki penghasilan sama sekali. Akibat penutupan tersebut, pihaknya terpaksa harus mengurangi karyawan dari biasanya. Meski demikian pihaknya mengaku pengurangan jumlah karyawan ini sifatnya sementara, sehingga karyawan yang resikonya tinggi karena mempunyai anak dan istri menjadi prioritas untuk tetap dapat bekerja.

"ada 3 bulan lebihlah, yang 3 bulannya itu yang totalnya lah istilahnya kita bisa dibilang nol gak dapat apa-apa. kemudian jumlah karyawan juga sekarang saya hanya dibawah 50 persenlah dari sebelumnya. ada signifikan, tadinya kan saya karyawan 56 orang, sekarang hanya 24 termasuk saya," pungkasnya.

Pada fase new era ini baik hari biasa maupun weekend, pihak restaurant mengurangi jam operasional. Jika biasanya buka mulai dari pukul 10.00 pagi hingga pukul 22.00 malam, kini buka mulai dari pukul 11.00 siang sampai dengan pukul 20.00 malam saja.

Pihak restaurant berharap, masa pandemi ini segera berlalu agar aktifitas masyarakat termasuk karyawannya dapat beraktifitas seperti biasa dan perekonomian berjalan normal.(Dst)
Komentar

Tampilkan

Terkini