-->

Iklan

Gaya Hidup

Kades Batujajar Timur, Inginkan Potensi Situs dan Kebun Buah Naga Jadi Icon Wisata di Desanya

Senin, 10 Agustus 2020, 23:49 WIB Last Updated 2020-08-11T00:52:14Z

Bandung Barat - Beragam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya, terus dilakukan Camat Batujajar, Deden Mulyadi melalui program unggulannya SARIKSA (Sasareungan Ngariksa Desa) atau bersama-sama memeriksa, menjaga dan memelihara Desa.

Pada jadwal ke tiga putaran pertama, Camat Batujajar beserta jajarannya mengunjungi beberapa titik lokasi potensi yang ada di kawasan Desa Batujajar Timur. 

Menurut Camat Batujajar, Deden Mulyadi, Program SARIKSA ini selain mensinergikan kegiatan pembangunan antara pemerintah kecamatan dengan desa setempat, juga untuk mengembangkan potensi yang ada, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "visi kedepan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, karena ternyata di masyarakat itu terdapat berbagai potensi yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan kehidupannya," katanya dalam sambutan, Jumat (7/8/20).

Adapun beberapa lokasi yang dikunjungi, mulai dari peninjauan ke Situs Makam Eyang Walunajaya di Gunung Selamet, Kebun buah naga milik warga, Home Industri kancing Sekar Buton, Pabrik kerupuk kulit, Sholat Maghrib Berjamaah, Mengikuti Tausiyah dan Sholat Isya, serta mengikuti hiburan pencak silat di Padepokan Putra Wargi Saluyu.

Sementara itu Kepala Desa Batujajar Timur, H. Mochtar, mengatakan dari sekian potensi yang ada, ada potensi yang memang ingin dipromosikan dan menjadi icon wisata di Desanya. Potensi tersebut yakni Situs Makam Eyang Walunajaya dan Kebun Buah Naga.

"kebetulan di desa kami batujajar timur khususnya di kampung babakan pari di rw 04 itu ada salah satu situs, dan itu hingga saat ini masih dipelihara dengan baik, harapannya bahwa itu akan menjadi sebuah momen untuk wisata realigi kedepannya. Juga ada komunitas pertanian buah naga di rt 3 rw 4,ini merupakan sebuah harapan besar bagi perekonomian masyarakat," ungkapnya.

Menurut Mochtar, buah naga yang dibudidayakan warganya itu memang berbeda dari buah naga pada umumnya.

"buah naga ini sangat eksklusif, merupakan varian yang bagus dan unggulan. bentuk, rasa dan warnanyapun berbeda," tuturnya.

Meski belum terbentuk sebuah kelompok, namun budidaya buah naga ini sudah dikembangkan oleh beberapa warga lainnya.

"untuk saat ini sudah dikembangkan oleh beberapa petani, kemudian masyarakat juga mulai banyak yang mengembangkan buah naga. karena itu ada beberapa hal yang mesti diperbaiki mungkin belum adanya sebuah kelompok khususnya buah naga, kalau gapoktan sudah ada hanya untuk kelompok pertanian padi saja," pungkasnya.

Dirinya berharap potensi-potensi tersebut bisa terkelola dengan baik, sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat.(DSt)

Komentar

Tampilkan

Terkini