-->

Iklan

Gaya Hidup

7.000 Buruh Padati Monument Bojongkosan Tolak Omnibus Law

Jumat, 09 Oktober 2020, 22:09 WIB Last Updated 2020-10-09T15:09:05Z




SUKABUMI,  - Pemerintah pusat telah mengesahkan Undang Undang Omnibus Law cipta kerja pada 5 oktober 2020. Manum UU itu di tolak oleh seluruh para buruh di berbagai wilayah seperti di Sukabumi para buruk melakukan aksi unjukrasa penolakan UU tersebut, aksi mereka di Palagan Bojongkosan Parungkuda (8/10/20)  kemarin.


Ada sekitar 7000 peserta aksi memadati wilayah Bojongkosan sehingga arus lalu lintas sempat tersendat akibat para aksi turun kejalan memblokade jalan nasional dan melalukan longmach.


Dadang Perwakin Disnakertrans kab. Sukabumi mengatakan, dirinya mengerti apa yang di aspirasikan tenaga kerja (buruh),  RUU Omnibus Law Cipta Kerja sudah ketuk palu tanggal 5 oktober 2020 namun ada beberapa keinginan menurut serikat pekerja dan buruh tidak sesuai dengan yang di inginkan sehingga mereka (buruh)red wajar bagi mereka melakukan aksi.


"Tapi karena Cipta kerja sudah di Undang-undangkan makanya, mungkin nanti ada reviw lewat jalur konsitusi," katanya


Unjuk rasa ini menjadi satu perhatian bagi pemerintah pusat." Bahwa masyarakat khususnya tenaga kerja harus di perhatikan ke inginannya, karna kami (dinas)red di daerah hanya pelaksana,"tambahnya.


Sementara itu Ketua GBSI (Gabungan Serikat Indonesi), Dadeng menyampaikan bahwa aksi ini di ikuti berbagai kalangan, serikat buruh, komunitas aktivis lingkungan hidup, mahasiswa, para pemuda miskin kota yang memperjuangkan hak-hak buruh, 


"Tuntutan kita cabut itu omnibus law kalau tidak negara akan menghadapi perlawanan baik terhadap pemerintah,  opsi tidak percaya terhadap dewan gerakan masa jangan di anggap enteng,," ucap Dadeng


 UU ini lanjut Dadeng, akan di rasakan pada generasi mendatang akan menyengsarakan jika di biarkan. "Para buruh memperjuangankan hak- haknya, dan pengorbanan buruh Sukabumi dan lainnya mereka akan menjadi catatan sejarah atas penolakan omnibus law yang tidak sesuai dengan hak buruh," pungkasnya.(BuA/Dev)

Komentar

Tampilkan

Terkini