-->

Iklan

Gaya Hidup

Salam Damai dari Eva Yuliana untuk Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2020, 19:52 WIB Last Updated 2020-10-27T12:52:10Z

 




Foto - Eva Yuliana, M.Si, Anggota DPR RI Komisi III. (Dok. Istimewa)


SOLO – Eva Yuliana, M.Si, Anggota DPR RI Komisi III melakukan Kegiatan Reses Silaturahmi Kebangsaan di Kota Solo. Kegiatan ini ia gelar bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), pada hari ke duanya, Rabu 21 Oktober 2020 mengunjungi tempat usaha para anggota Yayasan Gema Salam.

Melalui kegiatan ini, Eva Yuliana bermaksud mengecek langsung kondisi usaha para Mantan Narapidana Teroris (Napiter) yang tergabung dalam Yayasan Gema Salam, demi semakin mempererat tali silaturahminya dengan para anggota yayasan tersebut. 



Melalui siaran persnya pada Rabu (21/10/2020), Eva Yuliana mengatakan, "Support dan apresiasi saya tidak cukup hanya dengan memberi bantuan mesin atau peralatan usaha. Tak kalah penting, support mental kepada sedulur yayasan dengan berkunjung ke tempat usaha atau rumah mereka juga harus saya lakukan. Ukuran kembali ke masyarakat bisa kita alami dan rasakan bersama di sana nanti. Bukan hanya terlaporkan, atau terdata saja."



"Hari ke dua reses saya ini berkunjung ke usaha soto punyanya Pak Jack Harun di Sukoharjo. Lanjut ke warung angkringannya pak Ari Budi di Sukoharjo. Dan terakhir nanti ke kolam budidaya lele milik Pak Paimin di Sragen. Asyik sekali berinteraksi langsung dengan usaha mereka," kata Eva Yuliana. 



Menurut Eva Yuliana, siapapun warga negara, dengan segala latar belakang dan dinamika hidupnya, wajib berjuang bersama mengisi dan mencintai bangsa ini dengan peran dan kerja kita masing-masing. Eva sangat mengapresiasi kegiatan dan program pendampingan yang dilakukan oleh Yayasan Gema Salam. 



Eva Yuliana, wakil rakyat di legislator pusat dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah, juga mengatakan, "Semoga silaturahmi dengan sedulur-sedulur anggota Yayasan Gema Salam saat ini bisa terus mengikis stigma-stigma yang ada. Bisa jadi, stigma dan suuzan yang ada hanya disebabkan kurangnya silaturahmi dan komunikasi saja."



Di akhir siaran pers tersebut, Eva Yuliana menegaskan, lepas dari stigma dan apapun rumusan yang ada, saatnya sekarang dan seterusnya membangun dan bekerja keras mengisi pembangunan bangsa Indonesia. Sekali lagi, dengan segala peran dan kerja masing-masing. Salah satunya, pembangunan dan pemberdayaan bidang ekonomi.


(Muhammad Fadhli)

 


Komentar

Tampilkan

Terkini