-->

Iklan

Gaya Hidup

Upaya Optimalisasi Terus Dilakukan PERUMDA Air Minum Tirta Raharja di Musim Kemarau

Rabu, 07 Oktober 2020, 20:13 WIB Last Updated 2020-10-07T13:13:17Z




KOTA CIMAHI - Musim kemarau bersamaan dengan masa pandemi Covid-19, relatif berdampak terhadap aktifitas operasional PERUMDA Air Minum Tirta Raharja dalam menangani persoalan dilapangan. Kondisi itu membuat aktifitas pemeliharaan dan pemeriksaan harus dilakukan secara cepat, efektif dan efisien dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.


Beragam upaya pun terus dilakukan terhadap sistem produksi, distribusi dan instrumen lainnya pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), dengan melakukan pendistribusian dan pemeliharaan pada seluruh sistem produksi dan perpipaan secara periodik sebagai kegiatan rutin.


"hal itu dilakukan mengingat adanya Pandemi Covid-19 yang tentunya berdampak terhadap aktifitas operasional, sehingga perlu dilakukan antisipasi terhadap resiko dan kondisi kesehatan petugas operasional PERUMDA Air Minum Tirta Raharja di lapangan," kata Sri Hartati, Manager Junior Humas PERUMDA Air Minum Tirta Raharja, Selasa (0610/20).


Meski demikian, pihaknya tetap berupaya memberikan pelayanan secara optimal kepada pelanggan. Saat ini pendistribusian air minum kepada masyarakat di Wilayah masih dalam kondisi normal.


"dimohon kepada pelanggan di wilayah agar mulai siap sedia menyiapkan tempat penampungan air yang cukup, khususnya untuk mengantisipasi ketidak ketersediaan air minum di saat pengaliran dari perpipaan PERUMDA Air Minum Tirta Raharja mengalami fluktuasi atau terhenti pengalirannya di rumah pelanggan," ungkapnya.


Pendistribusian air kepada masyarakat di Wilayah Utara, Pelayanan air Minum PERUMDA Air Minum Tirta Raharja saat ini dilakukan dari sumber air Situ Lembang atau Sungai Cimahi. Bagi Pelanggan di Kota Cimahi, Cisarua, Padalarang, Batujajar, Cililin, Cikalong Wetan, Lembang dan sekitarnya disarankan untuk mulai melakukan antisipasi.


"mengingat penurunan kapasitas sumber air di wilayah utara pada musim kemarau bisa turun lebih dari 50 persen kapasitas dari rata-rata normal 166 liter perdetik, menjadi 70 sampai dengan 100 liter perdetik, tuturnya.


Adapun beberapa wilayah yang terdampak di wilayah pelayanan bagian utara, seperti JL. Sriwijaya, JL. Baros, Town Place, Kerkof, Sadarmanah, Nusa Persada, Aneka Bakti, Komplek Pemda 1 dan Leuwigajah Permai. Sedangkan untuk Jumlah Sambungan Rumah di wilayah Pelayanan Utara, saat ini berjumlah 27.356 Sambungan Rumah. Meliputi 15.700 SR di Cimahi, 1.615 SR di Padalarang, 720 SR di Batujajar, 2.292 SR di Cililin, 456 SR di Cikalong Wetan, 2.620 SR di Lembang dan 3.953 SR di Cisarua.


Beragam upaya pun dilakukan agar pelayanan tetap optimal, mulai dari melakukan rekayasa jaringan pipa distribusi, monitoring tekanan air untuk menjaga kontinuitas pengaliran, dan mobilitas unit armada tanki secara gratis kepada masyarakat pelanggan yang tidak mendapat air.


"bagi masyarakat pelanggan yang membutuhkan pelayanan suply air via armada tanki, dapat mengajukan permohonan yang telah di koordinir oleh ketua rt/rw setempat," pungkasnya.(DSt)

Komentar

Tampilkan

Terkini