-->

Iklan

Gaya Hidup

 


Memperingati 1 Tahun Pengakuan UNESCO Tentang "the Tradition of Pencak Silat" sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia milik Indonesia

Selasa, 01 Desember 2020, 20:30 WIB Last Updated 2020-12-01T13:30:25Z

Oleh : Aom Roedy Wiranatakusumah SH, MH, MBA




Perjuangan panjang sejak 2017 hingga tahun 2020 guna mendapatkan pengakuan "the Tradition of Pencak Silat" sebagai sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia milik Indonesia yaitu ICH (Intangible Cultural Heritage) dijabarkan sebagai praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, atau keterampilan, serta instrumen, objek, artefak, dan ruang budaya yang dianggap oleh UNESCO sebagai bagian dari warisan budaya suatu tempat.





Pengakuan badan dunia merupakan torehan sejarah untuk Indonesia yang dikukuhkan di kota Bogota, Kolombia  pada Sidang ke-14 Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada Kamis, 12 Desember 2019, dalam menetapkan Pencak Silat ke dalam UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity. 




Dalam sidang tersebut Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO memandang pelestarian Tradisi Pencak Silat telah menunjukkan aspek nilai luhur yang menjunjung penghormatan dan tali persaudaraan serta menjalin kekuatan kohesi sosial, yang terletak tidak hanya di satu wilayah, bahkan juga secara nasional hingga mengapai dunia internasional.



Penetapan Tradisi Pencak Silat dalam Warisan Budaya Takbenda Dunia milik Indonesia oleh UNESCO merupakan bentuk pengakuan dunia internasional terhadap arti penting tradisi seni bela diri adi luhung milik nenek moyang Indonesia yang dilestarikan dari generasi ke generasi sebagai penerus bangsa dan masih berkembang sampai hari ini dengan meningkatnya jumlah pelestari dan praktisi Pencak Silat.





Pada tanggal 19 September 2019 sebelum pengakuan sidang UNESCO di Bogota Kolombia, Tim Pencak Silat dan Jaipong Jawa Barat tampil secara memukau didepan 1200 Diplomat Dunia pada acara Indonesian Heritage to the World di Home Base UNESCO di kota Paris, Perancis. 



Team leader Aom Roedy Wiranatakusumah pendiri Silat Sunda Instutite yang juga Wakil Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia, Pengda Jawa Barat bersama 12 orang delegasi yang terdiri pesilat, nayaga dan penari telah melakukan penanampilan terbaik untuk Indonesia dihadapan perwakilan diplomat dunia dan warga Perancis.




Keberhasilan atas keberhasilan dan kerja keras tim dengan pemerintah Jawa Barat, maka sangat layak untuk di peringati satu tahunnya  pengakuan UNESCO pada tanggal 12 Desember 2020 mendatang sebagai bentuk apreasi dan kebanggaan bersama bahwa the Tradition of Pencak Silat adalah identitas budaya bangsa yang harus dilindungi, dilestarikan, di promosikan dan di regenerasi dalam rangka mengusung tanggal 12 Desember sebagai Hari Pencak Silat Nasional.


Dalam rangka Hari Pencak Silat Nasional dalam waktu dekat secara simbolis akan digelar syukuran bersama di kantor Gubernur Jawa Barat (Gedung Sate). 


Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat telah berkomitmen dan bekerjasama dengan Ikatan Pencak Silat Jawa Barat yang di ketuai oleh Phinera Wijaya (Kang Icak) untuk membangun Kampung Pencak Silat diatas lahan 10 hektarare sebagai misi besar dalam mewujudkan Jawa Barat pusat Pencak Silat Dunia dalam seni, tradisi dan olah raga prestasi yang harus diperjuangkan agar menjadi cabang olah raga terbaru di Olimpiade 2024, secara bersamaan bahwa Pencak Silat diwajibkan untuk dipelajari sebagai muatan lokal bagi siswa sekolah sebagai nilai kuat dalam menanamkan jiwa ksatria sejak dini merupakan pembentukan karakter kepemimpinan yang cerdas, kuat dan jujur sebagai penerus dan pembela bangsa.

Komentar

Tampilkan

Terkini