-->
  • Jelajahi

    Copyright © SJONEWS.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Gaya Hidup

     


    SMA Kartika XIX-2 Bandung Lestarikan Nilai-nilai Sejarah Perjuangan Siliwangi Menyambut HUT Ke-75 Kodam III Siliwangi 20 Mei 2021

    Kamis, 20 Mei 2021, 19:21 WIB Last Updated 2021-05-20T12:21:50Z


    Bandung - Setiap tanggal 20 Mei kita selalu memperingati dua peristiwa besar yaitu Hari Kebangkitan Nasional dan khususnya bagi warga Jawa Barat memperingati juga Hari Jadi Kodam III Siliwangi. Sejak awal berdirinya di tahun 1946 Kodam III (sebelumnya Kodam VI) Siliwangi sudah begitu merakyat sehingga timbul slogan “Siliwangi adalah Rakyat Jawa Barat dan Rakyat Jawa Barat adalah Siliwangi.” Dan slogan itu masih ditumbuhkan setelah adanya pemekaran daerah ke provinsi Banten.



    Di tahun-tahun 1960-1970 slogan itu begitu hidup di Jawa Barat mengingat kiprah Pasukan Siliwangi waktu itu banyak dilibatkan dalam menumpas berbagai pemberontakan di beberapa wilayah di Indonesia. Dan selalu berhasil, sehingga sah mendapat penghargaan Sam Karya Nugraha dari Presiden Sukarno yang pada saat itu juga menjadi kebanggan seluruh warga Jawa Barat.




    Pelestarian rasa cinta dan kebanggaan di kalangan generasi muda para Seuweu Siwi Siliwangi dewasa ini senantiasa dilakukan, seperti yang bisa kita lihat di kampus SMA Kartika XIX-2 Bandung, di Jalan Pak Gatot Raya No 73S KPAD Bandung. Di koridor masuk sekolah tersebut terdapat lorong yang disebut sebagai Lorong  Sejarah Perjuangan Pasukan Siliwangi. 



    Di kedua sisi lorong tersebut terpampang deretan foto sejarah perjuangan Pasukan Siliwangi dari masa ke masa, model kendaraan yang pernah dugunakan pasukan Siliwangi, foto para perwira yang pernah menjabat Panglima Kodam III dari yang pertama sampai sekarang dan ada juga beberapa properti yang salah satunya adalah sepeda ontel . Dengan melewati lorong itu kita serasa digugah rasa bela negara dan cinta tanah air, utamanya rasa cinta dan bangga kepada Siliwangi. 



    Tidak jarang para tetamu yang berkunjung ke sekolah itu berhenti sejenak di lorong tersebut bahkan sampai melakukan swafoto dulu di situ. Para siswanya juga yang sesekali harus hadir ke sekolah di masa pandemik melakukan hal yang sama seperti itu. Terbayang juga apabila sekolah ini sudah diperkenankan malaksanakan tatap muka nanti, mereka bisa berebut swafoto di situ.



    “Melalui lorong sejarah ini kami berharap bisa menanam  rasa cinta dan kebanggan kepada Siliwangi di kalangan para siswa,” ungkap Drs. I Made Yudha Hartawan, M.Pd, Kepala Sekolah SMA Kartika XIX-2 Bandung, ketika dijumpai di tempat kerjanya Rabu lalu (19/05/21). 



    Menurut pria yang akrab disapa Pak Yudha ini, sekolah tersebut memang di bawah naungan Kodam 3 Siliwangi. 



    “Sudah selayaknyalah kami membangun lorong  sejarah perjuangan Siliwangi seperti ini. Keberadaan lorong ini juga direstui dan diresmikan oleh Ibu Suci Nugroho Budi Wiryanto, istri Pangdam Siliwangi selaku Ketua Yayasan di bulan November tahun lalu,” lanjut dia.



    Menariknya, pengutamaan mencintai sejarah perjuangan ini juga tertanam di para guru di sekolah tersebut. Di hari-hari peringatan tertentu yang berkaitan dengan kejuangan para guru dan siswanya berkenan mengenakan kostum para pejuang jaman revolusi. Bahkan pernah juga mengirimkan beberapa siswanya untuk mengikuti peringatan Hari Pahlawan di Surabaya. Itu juga sebabnya di gerbang masuk sekolah ada banner bertuliskan: “SMA Kartika XIX-2 Bandung, Sekolah yang menjunjung tinggi nilai-nilai sejarah dan perjuangan.”



    Yudha berharap, ke depannya para siswa di sekolah ini dapat membuat tulisan sejarah kejuangan dan karyanya dipublikasikan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi kekinian. 



    “Sayang, kami harus bersabar. Program itu tertunda sementara karena sekolah belum diperbolehkan melakukan tatap muka dalam melaksanakan pelatihannya,”  tutur Yudha. 



    Dari program ini pula Yudha berharap “Setiap siswanya dapat melestarikan dan menerapkan nilai-nilai luhur pendidikan yang berkarakter untuk memajukan bangsa dan negara Indonesia menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, dan berbudi luhur,” pungkasnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Ekbis

    +