-->
  • Jelajahi

    Copyright © SJONEWS.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Gaya Hidup

     


    Tebar Semangat Kujang Papasangan di Gunung Bohong

    Kamis, 10 Juni 2021, 21:54 WIB Last Updated 2021-06-10T14:54:39Z

    Foto : Prajurit Brigif 15/ Kujang II bahu membahu membangun akses menuju lokasi Kujang Papasangan akan ditancapkan di puncak gunung bohong

    Bandung - Gunung Bohong di Kota Cimahi, Jawa Barat akhir-akhir ini kerap menjadi bahan bincangan di tengah warga masyarakat Kota Cimahi dan daerah lainnya. Memang, di gunung itu sedang berlangsung progres pembangunan monumen Kujang Papasangan, seperti yang terlihat Senin 6 Juni  lalu. Hari itu beberapa anggota TNI disertai warga masyarakat nampak tengah bergotong-royong mempercantik akses jalan ke puncak gunung yang berlokasi di Lapangan Tembak Brigif 15 Kujang II Cimahi ini. 


    Selama ini masyarakat umum yang sering berkunjung ke lokasi tersebut hanya mengenal Gunung Bohong sebagai tempat wisata yang sifatnya rekreatif saja. 


    “Padahal gunung itu bernilai sangat sakral, terutama bagi para anggota Brigif 15 Kujang II. Di puncak gunung itulah tempat dilangsungkannya prosesi pembaretan berlambang Kujang. Dan Kujang itu adalah identik dengan budaya Sunda,” tutur Adhitiya Alam Syah, sesepuh Lingkar Alam, salah satu pemrakarsa pembangunan monumen tersebut.


    “Apa yang tengah berlangsung di gunung itu merupakan upaya konservasi yang tidak hanya menyangkut lingkungan hidup, tapi juga berkenaan dengan Kujang itu sendiri yang disakralkan oleh masyarakat Sunda,” lanjut pria yang akrab disapa Abah Alam ini.


    “Pembangunan monumen Kujang Papasangan itu merupakan bagian dari konservasi sebagai pelestarian dan pemuliaan nilai-nilai filosofis  Kujang,” kata Abah Alam saat dijumpai di syukuran ulang tahunnya yang ke-79 tanggal 26 April lalu di kediamannya. 


    “Dari gunung inilah jiwa dan semangat Kujang sebagai identitas budaya Sunda akan terpancar ke seluruh Nusantara, seiring dengan medan tugas pasukan Kujang I dan Kujang II yang tidak bisa dilepaskan dari perjalanan sejarah Kodam III/Siliwangi,” tegas Abah Alam.


    Upaya Konservasi ini pun mendapat apresiasi dari Panglima Kodam III/Siliwangi, salah satu Kodam di Indonesia yang akrab dengan semboyan “Siliwangi adalah rakyat Jawa Barat, rakyat Jawa Barat adalah Siliwangi.”


    “Monumen Kujang ini tidak hanya menginspirasi Siliwangi tapi juga menjadi inspirasi bagi rakyat,” sambut Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto yang disampaikan oleh Danrem 062/TN Kolonel Inf Muhamad Muchidin, S.Sos, di Brigif 15, Cimahi (01/06/21) lalu.


    Kadisjarahad Apresiasi Kujang Papasangan. Di tempat terpisah Kepala Dinas (Kadis) Sejarah Angkatan Darat (Disjarahad) Brigjend TNI DR Rachmat Setia Wibawa S.I.P, M.M, M.Tr (Han) juga mengapresiasi Abah Alam atas prakarsanya menggalang masyarakat dan komunitas lainnya  untuk membangun konservasi ini. Berkenaan dengan monumen Kujang, menurutnya, memang dalam upaya meningkatkan jiwa semangat korsa nama kesatuan senantiasa diambil dari kekhasan tradisi setempat. Monumen ini membuat masyarakat Jawa Barat semakin bangga memiliki Brigif 15 dan Brigif 17 yang juga berasal dari Jawa Barat. 


    “Salah satu arti dari Kujang ini adalah lambang keadilan dan kebenaran dan para prajurit Kujang ini memang bisa meneladani nilai-nilai dari apa yang dijadikan lambang kesatuannya,” pungkas Brigjend TNI Rachmat Setia Wibawa. 


    Tidak lama lagi, dari gunung legendaris sebagai ikon Kota Cimahi ini tersebar jiwa semangat Kujang Papasangan yang dikemas dalam balutan konservasi,edukasi dan juga destinasi wisata.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini